Hikmah Dibalik Musibah Penganiayaan Relawan Muhammadiyah Di Palangkaraya

Hikmah Dibalik Musibah Penganiayaan Relawan Muhammadiyah Di Palangkaraya

pdpm.org- Penulis : Deny Ana I’tikafia
Anggota Poskor MCCC PWM Jateng
Devisi Kemasyarakatan (Katavid)

Presiden Joko Widodo membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pembubaran ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Pembubaran berlaku per 20 Juli 2020 atau sejak Perpres No. 82 tahun 2020 diundangkan. Pasal 20 Perpres tersebut menyatakan mencabut Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2020 sebagaimana telah diubah dalam Keppres Nomor 9 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Selang sehari kemudian, Penanganan Covid -19 di Indonesia yang belum usai ini, terdapat musibah menimpa relawan MCCC ( Muhammadiyah covid-19 command center) Palangkaraya yang dianiaya saat menjalankan kegiatan kemanusiaan. Kejadian dialami Selasa 21/7/2020 M, 29 Dzulqo’idah 1441 H pada saat pemakaman jenazah dengan protocol covid-19.

Marilah kita semua warga Muhammadiyah kembali mengkaji lebih dalam, QS An Nisa’ 79 bahwa pada intinya setiap kejadian yang menimpa , semua musibah terjadi atas seizin dan sesuai ketentuan Allah SWT.

Definisi musibah juga bisa kita simak dalam QS. Al Baqarah ayat 156, yang pada intinya musibah itu adalah segala yang menimpa pada diri manusia, baik maupun buruk . Lahir, meninggal dunia, naik jabatan, turun jabatan setiap yang kita alami dan terlihat baik kita syukuri. Apabila kejadian itu tidak menyenangkan, kita telah diperingatkan oleh Allah swt agar selalu menghadapinya dengan sabar. Semua yang bersumber dari Allah swt, itu baik ketentuannya.

Dalam QS Albaqarah ayat 16 kita juga bisa berinstrospeksi diri bahwa Allah swt mengajarkan untuk memerangi perasaan yang bergejolak dengan bersikap positif thingking, apabila terasa berat tidak boleh mengeluh. Begitu juga dalam QS.Al Baqarah 286 bahwa tiap ada ujian sesuai dengan kemampuannya.

Langkah awal dari setiap kejadian adalah yang pertama terima ujian itu dengan sabar, sesulit apapun kejadian pasti ada kemudahan, semua kita jadikan sebagai motivasi bahwa keyakinan ada masalah kita pasti bisa mengatasi, sesuai QS.Al Baqarah 185 bahwa dengan persoalan itu Allah swt menginginkan hidup kita lebih baik dari yang telah dilalui.

Dalam QS Albaqarah ayat 214 bahwa berbagai ujian untuk menjadikan muhasabah/instrospeksi diri. Dalam mensikapi ujian ada dua pilihan yang krusial yaitu Hasanah /tiap kejadian disikapi dengan positif. Bila disikapi dengan negatif dinamakan sayyi’ah.

Hidup ini adalah pilihan, marilah teman-teman relawan kita hadapi masalah dengan memilih sikap hasanah yang merupakan hidayah dari Allah swt, bukan sayyi’ah yang tentu saja sifat itu datang sebagai pilihan diri sendiri sebagai insan di dunia yang fana ini. Kurangnya informasi juga koordinasi yang baik, tentu akan menjadikan semuanya serba miss komunikasi. Semua tindakan yang membingungkan masyarakat awam, harus kita telaah lebih dalam, bagaimana mereka bisa berbuat yang tidak semestinya dilakukan.

Semoga Allah swt memberikan jalan kita yang lurus, semua lelah yang telah dilakukan para relawan menjadi Lillahi Ta’ala, apabila kita sabar dan ihlas menjalaninya pahala akan mengalir di akherat kelak.
Ayo terus semangat dalam pergerakan, banyak majelis/lembaga menunggu para relawan untuk berkiprah, untuk mengisi dan memajukannya. Kita Pasti Bisa.
Jumat Mubarrok
Amin ya robbal alamin.

Jepara, 24 Juli 2020/ 03 Dzulhijjah 1441 H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *