Berkaca Dari Kurbannya Relawan MCCC Jepara Di Hari Raya Kurban

Berkaca Dari Kurbannya Relawan MCCC Jepara Di Hari Raya Kurban

pdpmjepara.org- Bulan Dzulhijjah atau bulan besar orang Jawa biasa menyebutnya. Bulan dimana umat Islam berkurban dengan menyembelih hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba ataupun unta. Ibadah yang dimulai sejak zaman nabi Ibrahim AS ini ditunaikan untuk menunjukkan ketakwaan manusia kepada Allah.

Ada hal yang menarik di hari raya kurban ini, ada sepenggal kisah ketika para relawan MCCC ( Muhammadiyah covid-19 command center) Jepara ini melakukan panggilan hati.

Relawan MCCC Jepara ini turut serta dalam pemakaman di makam Tengger Wedelan Bangsri tepat hari raya idul Adha yaitu hari Jumat 31/7/2020 M, 10 Dzulhijjah 1441 H.

Relawan MCCC ini “berkurban” disaat wabah covid-19 belum tahu kapan usainya di Indonesia ini. Ketiga relawan MCCC yang turut serta di hari raya kurban ini adalah Burhanudin dari Kokam, Junaidi dan Handoko dari MDMC( Muhammadiyah disaster management center).

Relawan – relawan ini juga sebelumnya dan bukan hanya ketiga ini yang turut ” berkurban” di hari raya kurban, namun ada relawan lain selain mereka bertiga ini yang membawa bendera Muhammadiyah untuk ” berkorban” , mengorbankan waktu dan tenaganya untuk membantu sesama disaat wabah covid-19.

Atas kerelaan dan pengorbanan anggota MCCC Jepara inilah, ketua MCCC Jepara Roy Alviantoro mengapresiasi tim kamboja sebutan khas relawan pemakaman MDMC Jepara ini. ” Saya mengapresiasi semangat gigih yang dimiliki teman – teman tim kamboja dalam urusan kemanusiaan.
Saya berharap teman – teman dapat selalu merawat semangat dan tetap istiqomah dalam membantu sesama.
Dari semangat mereka itu menjadi cambuk bagi kita semua, menjadi relawan itu tidak mengenal usia, dari yang muda hingga tua semua bisa menjadi relawan asal ada kemauan yang tulus” pungkas Roy.

Hikmah Dibalik Musibah Penganiayaan Relawan Muhammadiyah Di Palangkaraya

Hikmah Dibalik Musibah Penganiayaan Relawan Muhammadiyah Di Palangkaraya

pdpm.org- Penulis : Deny Ana I’tikafia
Anggota Poskor MCCC PWM Jateng
Devisi Kemasyarakatan (Katavid)

Presiden Joko Widodo membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pembubaran ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Pembubaran berlaku per 20 Juli 2020 atau sejak Perpres No. 82 tahun 2020 diundangkan. Pasal 20 Perpres tersebut menyatakan mencabut Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2020 sebagaimana telah diubah dalam Keppres Nomor 9 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Selang sehari kemudian, Penanganan Covid -19 di Indonesia yang belum usai ini, terdapat musibah menimpa relawan MCCC ( Muhammadiyah covid-19 command center) Palangkaraya yang dianiaya saat menjalankan kegiatan kemanusiaan. Kejadian dialami Selasa 21/7/2020 M, 29 Dzulqo’idah 1441 H pada saat pemakaman jenazah dengan protocol covid-19.

Marilah kita semua warga Muhammadiyah kembali mengkaji lebih dalam, QS An Nisa’ 79 bahwa pada intinya setiap kejadian yang menimpa , semua musibah terjadi atas seizin dan sesuai ketentuan Allah SWT.

Definisi musibah juga bisa kita simak dalam QS. Al Baqarah ayat 156, yang pada intinya musibah itu adalah segala yang menimpa pada diri manusia, baik maupun buruk . Lahir, meninggal dunia, naik jabatan, turun jabatan setiap yang kita alami dan terlihat baik kita syukuri. Apabila kejadian itu tidak menyenangkan, kita telah diperingatkan oleh Allah swt agar selalu menghadapinya dengan sabar. Semua yang bersumber dari Allah swt, itu baik ketentuannya.

Dalam QS Albaqarah ayat 16 kita juga bisa berinstrospeksi diri bahwa Allah swt mengajarkan untuk memerangi perasaan yang bergejolak dengan bersikap positif thingking, apabila terasa berat tidak boleh mengeluh. Begitu juga dalam QS.Al Baqarah 286 bahwa tiap ada ujian sesuai dengan kemampuannya.

Langkah awal dari setiap kejadian adalah yang pertama terima ujian itu dengan sabar, sesulit apapun kejadian pasti ada kemudahan, semua kita jadikan sebagai motivasi bahwa keyakinan ada masalah kita pasti bisa mengatasi, sesuai QS.Al Baqarah 185 bahwa dengan persoalan itu Allah swt menginginkan hidup kita lebih baik dari yang telah dilalui.

Dalam QS Albaqarah ayat 214 bahwa berbagai ujian untuk menjadikan muhasabah/instrospeksi diri. Dalam mensikapi ujian ada dua pilihan yang krusial yaitu Hasanah /tiap kejadian disikapi dengan positif. Bila disikapi dengan negatif dinamakan sayyi’ah.

Hidup ini adalah pilihan, marilah teman-teman relawan kita hadapi masalah dengan memilih sikap hasanah yang merupakan hidayah dari Allah swt, bukan sayyi’ah yang tentu saja sifat itu datang sebagai pilihan diri sendiri sebagai insan di dunia yang fana ini. Kurangnya informasi juga koordinasi yang baik, tentu akan menjadikan semuanya serba miss komunikasi. Semua tindakan yang membingungkan masyarakat awam, harus kita telaah lebih dalam, bagaimana mereka bisa berbuat yang tidak semestinya dilakukan.

Semoga Allah swt memberikan jalan kita yang lurus, semua lelah yang telah dilakukan para relawan menjadi Lillahi Ta’ala, apabila kita sabar dan ihlas menjalaninya pahala akan mengalir di akherat kelak.
Ayo terus semangat dalam pergerakan, banyak majelis/lembaga menunggu para relawan untuk berkiprah, untuk mengisi dan memajukannya. Kita Pasti Bisa.
Jumat Mubarrok
Amin ya robbal alamin.

Jepara, 24 Juli 2020/ 03 Dzulhijjah 1441 H

Hari Anak Nasional Ditinjau Dari Fiqih Perlindungan Anak Persyarikatan Muhammadiyah Di Masa Pandemi

Hari Anak Nasional Ditinjau Dari Fiqih Perlindungan Anak Persyarikatan Muhammadiyah Di Masa Pandemi

pdpmjepara.org – Penulis : Deny Ana I’tikafia
PDA Jepara

Acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada Kamis (23/7/2020) bertepatan tanggal 2 Dzulhijjah 1441 H tetap akan digelar di tengah wabah virus corona ( Covid-19). “Semua kegiatan akan didesain dalam bentuk virtual pada tanggal 23 Juli, mulai jam 09.00 WIB hingga 10.30 WIB,” ujar Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Nahar dalam diskusi di Graha BNPB, Jakarta. Peringatan HAN tahun 2020 ini diikuti seluruh provinsi di Indonesia dengan 750 partisipan melalui platform Zoom. “Jadi nanti kita dengar suara-suara anak dari berbagai tempat dan nanti akan juga diikuti oleh anak-anak dari seluruh provinsi,” kata Nahar. “Kemudian nanti melalui channel-channel lain di provider tertentu, kita akan live sehingga kita berharap banyak anak-anak juga yang bisa mengikuti acara itu dengan baik,” lanjutnya.

Isu yang dikedepankan pada peringatan HAN tahun ini adalah melindungi anak Indonesia dalam situasi darurat dan keadaan tertentu. Adapun tema yang dipilih, yakni “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Tema ini disesuaikan dengan wabah virus yang sedang terjadi di mana sekitar 79 juta anak Indonesia membutuhkan perlindungan khusus. Anak merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penularan Covid-19. Selain dampak kesehatan, banyak dampak lain yang dihadapi.Selain itu, juga meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi pada masa pandemi ini. “Karena anak-anak di dalam situasi tertentu, dalam kondisi tertentu ini juga perlu kita perhatikan dan tetap harus dilindungi dengan harapan bahwa ketika kita bisa melindungi sama-sama anak-anak kita, kita bisa menyiapkan masa depan generasi penerus kita dengan sebaik-baiknya,” tutur Nahar.

Menurut Prof.Alimatul Qibtiyah Ph.D Ketua Lembaga Penelitian Pengembangan Aisyiyah Pimpinan Pusat Aisyiyah, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah : Anak dalam pandangan Muhammadiyah adalah seseorang yang belum berumur 18 tahun. Anak membutuhkan bimbingan dan peningkatan kapasitas serta perlindungan. Anak sebagai amanah Allah swt saat ini menghadapi banyak persoalan baik di dunia pendidikan pengasuhan maupun di area lainnya.
Sebagai landasan normatif : jangan meninggalkan generasi lemah, keluarga berkewajiban melindungi anggotanya dari api neraka. Setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, orang tuanyalah yang menjadikan dia akan seperti apa.
Kewajiban normatif kewajiban kemanusiaan
Pertama anak yang tangguh/sehat, bahagia/sejahtera dan kejujuran dalam perkataannya adalah sesuatu yang sangat ditekankan.
Kedua , neraka yang dimaksud pada QS At Tahrim (66):6 tidak hanya neraka di alam akhirat tetapi juga neraka dalam bentuk ketidaknyamanan di dunia ini. Oleh karena itu, anggota keluarga termasuk anak harus dilindungi dari penelantaran, eksploitasi, perundungan, diskriminasi, penyalahgunaan narkoba, perzinahan dan hal-hal buruk lainnya.
Ketiga, orang tua dan atau lembaga masyarakat harus memperhatikan pengembangan kapasitas, melindungi mereka dari hal-hal buruk baik keimanannya maupun kehidupannya. Subjek hukum yang berkewajiban melindungi anak adalah orang tua, keluarga berdasarkan urutan hak perwalian, negara dan masyarakat.

Persoalan anak saat Pandemi :
Berkurangnya kesejahteraan anak akibat orang tua kehilangan pendapatan, kesulitan mendapat layanan kesehatan dasar,kesulitan mengakses layanan pendidikan berkualitas (85% orang tua mengalami kendala dalam pembelajaran jarak jauh, 22% tidak memiliki peralatan pendukung, Terbatasnya dukungan bagi anak dengan disabilitas (83,3 ribu anak disabititas sulit mengakses informasi dan panduan kesehatan tentang covid-19), Kehilangan orang tua (60% kasus covid menyerang usia produktif dan memiliki anak), rentan terhadap kesehatan mental (46 responden orang tua mengatakan anaknya mengalami setidaknya dua dari masalah sulit berkonsentrasi, bingung, susah tidur, stress, mudah lelah dan kesepian), bertambahnya kesengsaraan bagi korban bencana alam (60-70 persen korban bencana di Indonesia adalah anak-anak, perempuan dan lansia)
Sumber:Penelitian Save the Children Indonesia (0-27April 2020.Survei dilakukan secara daring terhadap 11.989 orang tua/public, 4.689 guru negeri dan swasta , plus 883 responden lainnya.

Pengasuhan selama anak di rumah dan ortu bekerja di rumah.
Masih banyak budaya patriarkhi di masyarakat. Perempuan bekerja 4 kali lipat dari pada laki-laki dalam hal mengerjakan pekerjaan rumah dengan durasi lebih dari 3 jam. Perempuan lebih rentan terpapar covid, karena banyak tenaga perempuan, lebih capek dan stress.
Ada sekitar 10,3% (235) hubungan dengan pasangannya semakin renggang, dimana mereka yang mempunyai status menikah lebih rentan daripada yang tidak menikah. Usia 31-40 tahun kelompok yang paling banyak menjawab bahwa hubungan dengan pasangan lebih tegang sejak pandemic COVID 19.

Tawaran Solusi :
Sosialisasi budaya yang egaliter dan berkemajuan terkait dengan pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan adalah yang sangat penting.Kerjasama antara sekolah, orang tua dan masyarakat (komite) dalam hal mencari solusi terbaik untuk kepentingan anak harus diikhtiarkan. Perhatian akan kesejahteraan anak baik karena orangtua meninggal terkena bencana wabah, karena kehilangan pekerjaan lebih detail dan merata.Tidak menumpahkan kecapekan , kekesalan dan persoalan ekonomi pada anak.Anak dapat di pahamkan dengan situasi yang ada dengan menggunakan bahasa yang abstrak.

Menurut Wawan Gunawan Abdul Wahid, LC, Mag, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, di Muhammadiyah tentang Perlindungan Anak, kekerasan seksual anak, masuk pada pembahasan fiqih Perlindungan anak. Naskah akademis sudah jadi tinggal menunggu di tanfidz kan.Entitas anak pada hakekatnya sama seperti manusia pada umumnya. Sesuai QS.Al Isro’ ayat 70 bahwa anak memiliki karomah insaniah sebagai keturunan dari nabi. Dalam ajaran agama islam diajarkan sebuah sikap memuliakan entitas anak sejak dalam rahim ibu. Paham dalam muhammadiyah beda dengan ormas
Lain bahwa ketika ovum bertemu sperma sejak itulah konsepsi, tidak menunggu sekian pecah menjadi nutfah.

Prinsip sosok pribadi yang bersih berupa fisik dan non fisik, berdasarkan Al Baqoroh ayat 222, bahwa Taharah sejak kecil sudah diajarkan, tentang hak reproduksi harus dijaga,tidak boleh ada orang lain meraba, baik anak laki-laki maupun perempuan.Kita sebagai orang tua harus mengajarkan anak tentang aurat, demi menjaga kemashlahatan anak itu sendiri dari ancaman kekerasan baik fisik maupun psikisnya.

Jepara, 23 Juli 2020 (2 Dzulhijah 1441 H).

Mengenal Riwayat Singkat Sesepuh Muhammadiyah Keling

Mengenal Riwayat Singkat Sesepuh Muhammadiyah Keling

-Pimpinan Cabang Muhammadiyah Keling dibidang Pendidikan.

pdpmjepara.org – Kamis 16/7/2020 M,24 Dzulqo’idah 1441 H relawan Aisyiyah Kusnitah usai jamaah Dluhur di Masjid An Nuur Kelet berbincang-bincang dengan Djumarwi sesepuh Muhammadiyah yang duduk di serambi halaman Gedung SMK muhammadiyah 01 Keling.

Beliau saat ini sudah berusia 81 tahun,tinggal di desa Kelet RT 30/05 Keling- Jeara,masih gesit dan besar tanggung jawab dalam ketenaga kependidikan sebagai Ketua Tata Usaha( KTU) di SMK Muhammadiyah 01 Keling sejak tahun 1990 saat itu bernama Sekolah Menengah Ekonomi tinggkat Atas(SMEA).

Djumarwi yang biasa dengan panggilan akrab mbah Djum ini kelahiran Colo Kudus 29 Desember 1939.Riwayat singkat usai Sekolah Rakyat (SR) lanjut di Sekolah Guru 4 tahun (SGB ).Begitu lulus SGB sebagai ikatan dinas mbah Djum di tugaskan di kelet dengan tujuan memberikan dan mengabdi di pemerintahan dengan uang pesangon tiap bulan Rp.143.000 sejak tahun 1960. Saat itulah kenal dan mengikuti pengajian pertama kali dengan Muhammadiyah di rumah Shofi’i almarhum.

Selama 3 tahun tinggal di kelet dengan hidup ngekos
di rumah mbah Mu almarhum. Saat itu sempat melihat sosok wanita cantik yang menjadi idamannya Sulastri yang menjadi pendamping sampai saat ini.

Pesan singkat ketika sebelum usai wawancara mbah Djum menyampaikan dengan tarik nafas terengah- engah, ” kita masih diberikan kesempatan dalam berorganisasi, dulu ketika PCM Sukri almrhum selalu memberikan kesempatan warga untuk segera membuat kartu anggota Muhammadiyah,tapi sekarang berbeda,” tuturnya”.
” Kita sebagai guru dari anak-anak di sekolah,jangan pernah meminta balasan tetapi kita berbuat tanpa pamrih” imbuhnya.

Kontributor- Kusnitah

Haji Zam ZAM Pendiri PRM Tahunan Berbagi Resep Sehat Di Umur Senja

Haji Zam ZAM Pendiri PRM Tahunan Berbagi Resep Sehat Di Umur Senja

Tahunan( pdpmjepara.org) -Salah satu catatan dari Jepara senior home care yang bertujuan untuk memberikan perhatian dan pendampingan lansia warga muhammadiyah bentukan dari LPB – MPS PWM – MKS PWA bergerak cepat menemui tokoh tokoh senior muhammadiyah ke pelosok desa .

Penulis berkesempatan menemui sesepuh tokoh pendiri PRM Tahunan Moh irfan yang biasa disapa dengan sebutan mbah haji zam zam . Kulit putih bersih dan ramah begitulah kesan saat bertemu . Terlahir 84 tahun yang lalu tepatnya tgl 6 juni 1936 M tampak sehat tetap menjalankan sholat 5 waktu berjamaah di masjid Al Istiqomah yang berdekatan dengan rumah beliau .

Masih segar dalam ingatannya saat bercerita tentang bagaimana membawa Muhammadiyah ke desa tercinta desa tahunan tahun 1960 M dengan dukungan seorang teman yang berprofesi sebagai guru agama di kota jepara lambang Pono . Suka dan duka perjuangan membentuk organisasi Muhammadiyah di desa Tahunan bersama kawan kawan seperti Jayadi redjo, Siti Fatemi, Kardi, Karimun dkk yang semuanya sudah lebih dahulu meninggalkan beliau menghadap Illahi .

Mantan Kepala Urusan Haji Departemen Agama kabupaten jepara yang mengambil pensiun muda pada tahun 1995 ini telah 5 kali menunaikan ibadah haji pada tahun 1983 – 1992 – 1993 – 1994 – dan 1995 . 3 kali berturut turut adalah haji abidin begitu kelakar beliau .

Sempat membagikan resep awet sehatnya dengan cara setiap hari mandi sebelum subuh . Meskipun cuaca dingin hujan deras bahkan sesak nafas beliau tidak pernah bisa jika tidak mandi sebelum subuh ujar siti Nourma istri tercinta yang telah dikaruniai 5 orang putri dan seorang putra . Alhamdulillah semua putra putrinya berpendidikan dibidang agama bahkan bersedia meneruskan perjuangan di Muhammadiyah dan Aisyiyah .

Penulis
Lis corini

Nasehat Kyai Ahmad Dahlan Untuk Memajukan Muhammadiyah

Nasehat Kyai Ahmad Dahlan Untuk Memajukan Muhammadiyah

Toni Ardi Rafsanjani

Pdpmjepara.org – KH. Ahmad Dahlan lahir pada tahun 1868 di kauman, Yogyakarta. Nama kecilnya adalah Muhammad Darwis. Ayahnya bernama KH. Abu bakar, seorang ulama dan khatib termuka di masjid besar kasultanan Yogyakarta. Dalam silsilah ia termasuk keturunan kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, seorang pelopor pertama penyebaran Islam di tanha Jawa.
Sejak tahun 1905 ia banyak melakukan dakwah dan pengajian-pengajian yang mengajak umat Islam untuk berpikiran maju. Dalam perjalanan dakwahnya, kiyai Dahlan mulai mendapatkan murid yang kemudian diajak untuk berjuang mensyiarkan agama Islam. Para murid diajak untuk mencari anak jalanan yang tidak terawat dipinggir jalan Malyoboro, kemudian mereka di mandikan, diberi makan dan diberi materi oleh kiyai dahlan, layaknya seperti anak-anak priyai.
Muhammadiyah yang didirikan KH.A.Dahlan tidak hanya sebagai perkumpulan biasa, organisasi ini di bentuk untuk menyelesaikan permasalahan internal umat Islam dan negara. Sebelum mendirikan organisasi, Ahmad Dahlan berdialog dengan para kiyai dan pejabat ngarso dalem yang ada di Kauman untuk menyelesaikan masalah-masalah agama dan sosial, akan tetapi semua yang dilakukan tidak sesuai apa yang diharapkan, justru sebaliknya, kiyai Dahlan mendapatkan perlawanan dari para kiyai dan masyarakat sekitar. Melihat banyak perlawanan, kiyai Dahlan justru tetap bersemangat dan optimis untuk menyelamatkan umat dan meluruskan ajaran Islam.
Nasehat Kiyai Dahlan
Dalam menjalankan amalan-amalan yang diajarkan KH. A. Dahlan sendiri dalam bentuk pelajaran ataupun pesan-pesan yang disamapaikan kepada murid-muridnya: pesan Kiyai Dahlan yang pertama, “Saya akan belajar sepanjnag hayat”.
Ini adalah salah satu nasehat kiyai dahlan untuk dirinya sendiri, dan ia telah memenuhi kata-kata itu. Hampir sepanjang hidupnya ia terus belajar. Pendidikan kiyai Dahlan dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masjid kemudian ke Makkah. Pada usia 15 tahun, ia menunaikan ibadah haji yang pertama dan bermukim di tanah suci sekitar lima tahun dengan mempelajari berbagai macam disiplin ilmu, seperti al-qur’an, teologi, astronomi, dan hokum agama (Fiqh).
Pada ibadah haji yang kedua tahun 1902, kiyai Dahlan berusia 35 tahun bertemu dengan murid Muhammad Abduh, yakni Syaikh Muhammad Rasyid Ridla dan berdiskusi tentang berbagai persoalan agama dan problem yang dihadapi umat Islam. Saat itulah kiyai Dahlan mendapatkan kematangan berpikir dan mampu berijtihad dangan mendasarkan diri pada sumber aslinya (al-qur’an dan sunnah).
Maksud dari pelajaran pesan yang disampaikan oleh kiyai Dahlan ini tidak jauh dari pepatah yang mengatakan “ Utlubul ‘ilma wallau bissin” tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negri Cina. Pelajaran yang diberikan kiyai Dahlan dengan pepatah tersebut ada kesinambungan yaitu sama-sama menekankan kepada generasi muda, menuntut tanpa ada batasnya. Jika dilihat kaitanya dengan muahmmadiyah dengan nasehat tersebut, Muhammadiyah tidak akan dilestarikan jika para penerusnya tidak memliki ilmu pengetahuan yang sesuai harapan kiyai Dahlan. Sebagai generasi yang peduli kemajuan persyarikatan memang harus menguasai segala bentuk ilmu pengetahuan yang ada.
Nasehat yang kedua yaitu, “Membaca al-qur’an itu harus mengerti artinya, memahami maknanya, lalu laksanakannya. Bila Cuma menghafal tanpa melaksanakanya, lebih baik tak menambah bacaan surah”.
Nasehat yang disampaikan oleh Kiyai Dahlan yang sangat getol dengan al-ma’un dan dapat dijadikan sebagai salah satu langkah untuk memperdalam amalan-amalan yang telah diperbuat oleh Muhammadiyah.
Kiyai Dahlan menharapkan murid-muridnya untuk tidak terjebak pada pensakralan qur’an maupun ajaran yang baur dengan udaya local. Qur’an menjadi pajangan yang dikeramatkan. Semua itu motivas kiyai Dahlan untuk mendidik para muridnya membumikan al-qur’an. Sosok Dahlan adalah sosok man of action. Beliau berbeda dengan tokoh-tokoh pembaharu seperti A. hasan dan Ahhmad Surkati yang cukup produktif dalam dunia tulis menulis. Bagi kiyai Dahlan doktrin dan aksi harus menyatu. Bila di ukur dengan semangat zaman waktu itu kiyai Dahlan adalah seorang revolusioner.
Nasehat yang ketiga, “Usaha berjuang dan beramal tersebut aku lakukan dengan mendirikan persyarikatan yang aku beri nama Muhammadiyah. Dengan itu aku berharap kepada seluruh umat yang berjiwa Islam akan selalu tetap mencintai junjungan Nabi Muhammad dengan mengamalkan segala tuntunan dan perintahnya.”
Perjuangan yang dilakukan kiyai Dahlan Bersama murid semata-mata tidak untuk pribadi dan keluarganya tapi untuk kemajuan ummat dan negara, maka ssebagai pewaris kiyai Dahlan, kita terus melanjutkan apa yang sudah di contohkan kiya Dahlan dalam memajukan ummat.
Dalam memajukan ummat banyak sekali varian, Muhammadiyah saat ini sudah berkembang dengan amal usahanya sehingga di akui sekala nasional dan internasional. Tentu sebagai generasi penerus sangat bergembira sekali, akan tetapi kita punya tanggung jawab besar dalam menjaga nama besar Muhammadiyah. Dalam perkembangan zaman, tantangan Muhammadiyah sangatlah besar, nama Muhammadiyah yang sudah besar akan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan individu dan kelompok tertentu. Ini jangan sampai terjadi, organisasi Muhammadiyah adalah warisan yang harus diperjuangkan untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya.

PDPM Jepara Nyatakan Sikap Atas RUU HIP

PDPM Jepara Nyatakan Sikap Atas RUU HIP

Pdpmjepara.org- Sedang hangat – hangatnya masyarakat Indonesia digegerkan oleh rancangan undang-undang haluan ideologi Pancasila ( RUU HIP) oleh DPR ( Dewan perwakilan rakyat).

Berbagai unsur masyarakat banyak yang menolak RUU ini khususnya ormas-ormas Islam di Indonesia. Spanduk penolakan dan sikap penolakan pun bermunculan.

Sebagai Ortom Muhammadiyah dan sebagai bagian dari masyarakatpun mengambil sikap. Hal ini seperti disampaikan oleh ketua pimpinan daerah pemuda Muhammadiyah ( PDPM) Jepara Roy Alviantoro.

Adapun pernyataan resmi PDPM Jepara adalah : mendukung sepenuhnya dan akan mengawal pernyataan pers pimpinan pusat (PP) Muhammadiyah . Tetap mengakui Pancasila sebagai dasar negara dan sumber dari segala sumber hukum di Republik Indonesia dengan berdasar pada rumusan akhir Pancasila tanggal 18 Agustus 1945, serta menolak segala penafsiran ulang Pancasila oleh siapapun. Menolak RUU HIP dan meminta DPR RI untuk membatalkan RUU HIP dan mencabutnya dari program legislasi nasional ( Prolegnas) selamanya. Menyerukan kepada seluruh unsur masyarakat untuk tetap bersatu menjaga keutuhan nilai fundamental nilai Pancasila yang sudah final serta mengawal kokohnya ideologi Pancasila di NKRI.

Menengok Geliat Warga Muhammadiyah Kecapi

Menengok Geliat Warga Muhammadiyah Kecapi

Tahunan( pdpmjepara.org)- Tumbuh dan berkembang sebagai minoritas tidak menyurutkan jejak langkah pimpinan ranting Muhammadiyah ( PRM) Kecapi untuk memancarkan aura sinar nya.

Salah satu geliat PRM Kecapi adalah berhasil menyelesaikan renovasi mushola Al Arqam. Mushola yang terletak dukuh Krajan RT 32 RW 6 Kecapi Tahunan ini membutuhkan waktu kurang lebih setahun selesainya. Menurut salah satu panitia pembangunan Mushola Al Arqam, Mochamad Sahid dana renovasi ini didapat dari iuran jamaah, bantuan PCM Tahunan, PDM Jepara, AUM ( amal usaha Muhammadiyah), BMT mitra Muhammadiyah dan juga CSR BUMN.

” Saya sangat sangat senang sekali bangunan baru ini sudah lama diimpikan karena sangat diharapkan para jamaah punya Masdjid yang bagus, lebih – lebih di lingkungan RT 32 termasuk Jamaah Muhammadiyah yang minoritas. Tapi kami tetap semangat untuk berMuhammadiyah di lingkungan kami, dan kami selalu menjalin dengan lingkungan sangat sangat baik bahkan kami dibantu tenaga dari masyarakat RT 32 saat pengecoran.
Kami juga bangga bisa berbuat untuk lingkung setiap akhir Romadhon selain pembagian Zakat juga mampu sedikit mengumpulkan sembako untuk dibagikan” ujar pria yang juga pengurus PCM Tahunan ini.

Kedepan pasti ada tantangan selalu ada, setelah punya Masdjid ini kita harus pikirkan kegiatannya rutin misal mengaji satu minggu sekali dan ini sudah berjalan lama” imbuhnya

Dilingkup PRM kecapi sendiri mempunyai 3 masjid yaitu :
2 masjid di Kecapi dukuh Grobogan, 1 masjid di Kecapi Krajan. Dan
AUM di Ranting kecapi 2 mengelola tanah wakaf yang saat ini ditanami sengon 500 pohon. Sebuah semangat dan geliat tinggi dari sebuah ranting di kecamatan Tahunan Jepara.

King Salman Dalam Ketahanan Pangan Penanaman Hidroponik Lewat Jual Beli Antar Warga

King Salman Dalam Ketahanan Pangan Penanaman Hidroponik Lewat Jual Beli Antar Warga

Penulis :
Salman,Umi khilmiyati & Hanny fatmaya
Ketua MDMC Sru Selatan Jepara.

Pdpm Jepara.org – Pemanfaatan ilmu bertani sayur dengan sistem hidroponik dalam membantu pengembangan pertumbuhan ekonomi dan UMKM keluarga.

Dengan kondisi masyarakat saat ini yang mana semakin susah dan sulit dalam mencari pekerjaan serta memanfaatkan kekosongan atau tidak ada kegiatan,serta memanfaatkan lahan kosong di lingkungan rumah.

Kebetulan kami memiliki adik yang sedang mmbuat skripsi tentang bagaimana penggunaan nutrisi dalam sistem hidroponik ini, kebetulan tanaman yang diujikan berupa sayur selada. Ketertarikan saya dan istri untuk mncoba bertani sayur dengan sistem hidroponik ini, arahan-arahan dari adik secara jelas coba kami terapkan, Alhamdulillah dalam masa uji coba itu kami berhasil.

Sejak uji coba yang kami lakukan itu ada hasil yang memuaskan kami sepakat untuk melanjutkan bertani sayur dengan sistem hidroponik ini, selama perjalanan kami bertani ada beberapa kendala yang sepertinya akan melemahkan semangat kami tapi dengan keyakinan kami tetap lanjutkan.

Setelah beberapa bulan berjala ternyata ada teman yang memberitahu kalau bertani dengan sistem hidroponik bisa saling berbagi dengan teman-teman yang jgy bertani hidroponik, jadi semakin bertambah ilmu kami.

Dengan semakin berkembangnya usaha hidroponik kami ini semoga masyarakat akan semakin sehat. kami bisa memberikan solusi yang mungkin sedikit banyak membantu pertumbuhan ekonomi serta bisa memanfaatkan lahan- lahan kosong dirumah.

Apabila ada yang berminat mengunjungi rumah kami. Rumah kami berada di desa Bakalan RT 12 RW 02 Kalinyamatan Jepara.
Posisi sebelah kiri jalan raya dari arah Jepara.

Rabu 9/5/2020 kami menerima tamu dari JSM (jaringan saudagar muhammadiyah jepara) pak Tresno dan Amin Makruf untuk membeli sayur.Jual beli antar warga muhammadiyah sudah terjalin sekitar 2 tahun ini. Dengan adanya wabah corona ini keberadaan JSM semakin nyata karena transaksi lewat perkumpulan grup WA, barang dikirim/diambil sendiri oleh pembeli.

Demikian yang bisa saya sampaikan sekelumit kegiatan bertani dengan sistem hidroponik, maaf bila belumm bisa mmberikan kepuasan dalam penulisan ini.

Wassalamu’alaikum wr wb

Kalinyamatan,10 mei 2020

Gerakan Dakwah Aisyiyah Jepara Di Era Digital Dalam Upaya Promosi Dan Pencegahan Covid-19

Gerakan Dakwah Aisyiyah Jepara Di Era Digital Dalam Upaya Promosi Dan Pencegahan Covid-19

Penulis :
Sri Poeryanti Ulmin Harum Mk.
(Anggota gugus tugas Katavid PCA Batealit)

pdpmjepara.org- Gerakan ‘Aisyiyah dalam memutus mata rantai penularan dan pencegahan Covid 19, dengan melakukan Sosialisasi penyuluhan sebagai upaya promotif (promosi) dan preventif (pencegahan) Covid 19 bagi warga ‘Aisyiyah sejati dan masyarakat luas.

Karena dirasa sampai saat ini terlihat kurangnya kesadaran masyarakat untuk taat kepada imbauan Pemerintah dalam memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid 19, maka sabagai Pimpinn ‘Aisyiyah dalam gugus tugas katavid merasa terpanggil dan sangat perlu untuk memberikn sosialisasi dan penyuluhan yang sifatnya penyuluhan kepada masyarakat, tentang apa yang harus dilakukan dalam upaya memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid 19.

Sosialisasi, penyuluhan dan simulasi mengenai langkah langkah yang harus dilakukan oleh semua warga masyarakat dalam pencegahan covid 19 yang didahului oleh ibu-ibu ‘Aisyiyah dan keluarganya. Contoh dan teladan yang baik di harapkan dari semua ibu- ibu ‘Aisyiyah dan keluarganya.
Maka sebagai Pengurus Gugus tugas Katavid Cabanh Batealit, tidak henti- hentinya memberikan sosialisasi penyuluhan kepada warga ‘Aisyiyah utamanya dan masyarakat luas.

Ksmi melakukan sosialisasi dan penyuluhan di setiap kesempatan. Baik melalui WA grup maupun di saat acara baksos ‘Aisyiyah Peduli.

Sosialisasi kami lakukan melalui media video yang dibagikan ke WA grup / wapri dan juga pada setiap kesempatan bertemu, dengan tetap menjaga jarak.

Penyuluhan lewat video yang kami lakukan lebih efektif dan efisien untuk ditindak lamjuti oleh setiap warga. Dengan harapan masa wabah ini segera berlalu dan penularan serta penyebaran Covid 19 dapat segera terhenti dan musnah dari muka bumi ini.

Batealit, 3 Mei 2020