King Salman Dalam Ketahanan Pangan Penanaman Hidroponik Lewat Jual Beli Antar Warga

King Salman Dalam Ketahanan Pangan Penanaman Hidroponik Lewat Jual Beli Antar Warga

Penulis :
Salman,Umi khilmiyati & Hanny fatmaya
Ketua MDMC Sru Selatan Jepara.

Pdpm Jepara.org – Pemanfaatan ilmu bertani sayur dengan sistem hidroponik dalam membantu pengembangan pertumbuhan ekonomi dan UMKM keluarga.

Dengan kondisi masyarakat saat ini yang mana semakin susah dan sulit dalam mencari pekerjaan serta memanfaatkan kekosongan atau tidak ada kegiatan,serta memanfaatkan lahan kosong di lingkungan rumah.

Kebetulan kami memiliki adik yang sedang mmbuat skripsi tentang bagaimana penggunaan nutrisi dalam sistem hidroponik ini, kebetulan tanaman yang diujikan berupa sayur selada. Ketertarikan saya dan istri untuk mncoba bertani sayur dengan sistem hidroponik ini, arahan-arahan dari adik secara jelas coba kami terapkan, Alhamdulillah dalam masa uji coba itu kami berhasil.

Sejak uji coba yang kami lakukan itu ada hasil yang memuaskan kami sepakat untuk melanjutkan bertani sayur dengan sistem hidroponik ini, selama perjalanan kami bertani ada beberapa kendala yang sepertinya akan melemahkan semangat kami tapi dengan keyakinan kami tetap lanjutkan.

Setelah beberapa bulan berjala ternyata ada teman yang memberitahu kalau bertani dengan sistem hidroponik bisa saling berbagi dengan teman-teman yang jgy bertani hidroponik, jadi semakin bertambah ilmu kami.

Dengan semakin berkembangnya usaha hidroponik kami ini semoga masyarakat akan semakin sehat. kami bisa memberikan solusi yang mungkin sedikit banyak membantu pertumbuhan ekonomi serta bisa memanfaatkan lahan- lahan kosong dirumah.

Apabila ada yang berminat mengunjungi rumah kami. Rumah kami berada di desa Bakalan RT 12 RW 02 Kalinyamatan Jepara.
Posisi sebelah kiri jalan raya dari arah Jepara.

Rabu 9/5/2020 kami menerima tamu dari JSM (jaringan saudagar muhammadiyah jepara) pak Tresno dan Amin Makruf untuk membeli sayur.Jual beli antar warga muhammadiyah sudah terjalin sekitar 2 tahun ini. Dengan adanya wabah corona ini keberadaan JSM semakin nyata karena transaksi lewat perkumpulan grup WA, barang dikirim/diambil sendiri oleh pembeli.

Demikian yang bisa saya sampaikan sekelumit kegiatan bertani dengan sistem hidroponik, maaf bila belumm bisa mmberikan kepuasan dalam penulisan ini.

Wassalamu’alaikum wr wb

Kalinyamatan,10 mei 2020

Gerakan Dakwah Aisyiyah Jepara Di Era Digital Dalam Upaya Promosi Dan Pencegahan Covid-19

Gerakan Dakwah Aisyiyah Jepara Di Era Digital Dalam Upaya Promosi Dan Pencegahan Covid-19

Penulis :
Sri Poeryanti Ulmin Harum Mk.
(Anggota gugus tugas Katavid PCA Batealit)

pdpmjepara.org- Gerakan ‘Aisyiyah dalam memutus mata rantai penularan dan pencegahan Covid 19, dengan melakukan Sosialisasi penyuluhan sebagai upaya promotif (promosi) dan preventif (pencegahan) Covid 19 bagi warga ‘Aisyiyah sejati dan masyarakat luas.

Karena dirasa sampai saat ini terlihat kurangnya kesadaran masyarakat untuk taat kepada imbauan Pemerintah dalam memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid 19, maka sabagai Pimpinn ‘Aisyiyah dalam gugus tugas katavid merasa terpanggil dan sangat perlu untuk memberikn sosialisasi dan penyuluhan yang sifatnya penyuluhan kepada masyarakat, tentang apa yang harus dilakukan dalam upaya memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid 19.

Sosialisasi, penyuluhan dan simulasi mengenai langkah langkah yang harus dilakukan oleh semua warga masyarakat dalam pencegahan covid 19 yang didahului oleh ibu-ibu ‘Aisyiyah dan keluarganya. Contoh dan teladan yang baik di harapkan dari semua ibu- ibu ‘Aisyiyah dan keluarganya.
Maka sebagai Pengurus Gugus tugas Katavid Cabanh Batealit, tidak henti- hentinya memberikan sosialisasi penyuluhan kepada warga ‘Aisyiyah utamanya dan masyarakat luas.

Ksmi melakukan sosialisasi dan penyuluhan di setiap kesempatan. Baik melalui WA grup maupun di saat acara baksos ‘Aisyiyah Peduli.

Sosialisasi kami lakukan melalui media video yang dibagikan ke WA grup / wapri dan juga pada setiap kesempatan bertemu, dengan tetap menjaga jarak.

Penyuluhan lewat video yang kami lakukan lebih efektif dan efisien untuk ditindak lamjuti oleh setiap warga. Dengan harapan masa wabah ini segera berlalu dan penularan serta penyebaran Covid 19 dapat segera terhenti dan musnah dari muka bumi ini.

Batealit, 3 Mei 2020

Covid- 19 Diantara Bumi Dan Manusia

Covid- 19 Diantara Bumi Dan Manusia

Oleh Roynaldy S.

pdpmjepara.org- Banyak perubahan yang terjadi selama wabah Covid-19. Mulai dari perubahan kondisi bumi hingga rutinitas manusia. Bumi mengalami masa transisi dari yang biasanya ramai dipijaki oleh langkah manusia hingga sekarang berkuranglah jejak langkah manusia. Manusia pun sama, yang biasanya sering berpijak kepada bumi, sekarang mulai mengurangi pijakannya. Dan semua itu tidak terlepas dari peran wabah terpopuler abad ini, yaitu Covid – 19.

Dalam berita detik.com, Profesor bidang teknik lingkungan Columbia University, Wade McGilis membuat pernyataan kepada majalah Time, seperti dilihat Minggu (12/4/2020). McGilis mengakui Bumi memulihkan diri. Selama wabah covid-19, bumi mengalami perubahan, menurut News.com Australia ada 3 perubahan besar yang terjadi. Perubahan tersebut adalah polusi udara berkurang, emisi karbon turun dan bumi jadi lebih indah dengan flora dan fauna. Dari fakta yang terjadi di lapangan memang manusia sedikit membatasi diri terhadap aktivitasnya. Dengan adanya kebijakan work from home, manusia lebih banyak menghabiskan waktu dirumah. Maka dari itu, lalu lalang kendaraan umum atau pribadi yang menjadi salah penyumbang polusi udara pun mulai berkurang.

Lebih lanjut dalam sebuah artikel kompas.com, untuk lingkungan bumi sedang merayakan kondisi terbaiknya. Bahkan artikel tersebut menyebutkan bahwa kondisi bumi mirip dengan 30 tahun yang lalu. Hal ini karena emisi gas rumah kaca, konsumsi bahan bakar fosil, lalu lintas udara, darat dan laut secara drastis telah menurun.

Tidak hanya bumi, manusia pun sama. Ditengah kondisi work from home dan serba daring, manusia dituntut untuk menjadi makhluk digital. Banyak kegiatan pekerjaan dilakukan dari rumah. Akibatnya rutinitas yang mengakibatkan pemanasan global pun semakin berkurang. Hanya saja, manusia perlu menyesuaikan perubahan rutinitas ketika ada wabah covid -19 dan setelah covid-19.

Beberapa penyesuaian yang perlu dijalankan adalah, menjaga kondisi tubuh dengan pola hidup sehat dirumah, merawat nalar akal dirumah, dan merapat spiritual dirumah serta merawat emosional dengan keluarga dirumah. Setidaknya ke empat hal itu perlu di perhatikan. Karena kita tidak tahu sampai kapan wabah ini akan berlangsung. Walaupun demikian, penyesuaian manusia terhadap era digitalisasi adalah hal yang paling utama. Tuntutan kerja dari rumah, berdagang dari rumah, dan belanja dari rumah serta belajar dari rumah mengakibatkan hidup serba daring.

*Sudut pandang yang lain*

Tidak semua hal, bisa kita ambil hikmah dari kejadian pandemi covid-19. Dibelahan bumi yang lain ternyata ada musibah. Penggunaan masker sekali pakai menimbulkan masalah dibeberapa tempat. Sampah masker berserakan dimana-dimana. Mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

Pemakaian masker medis sekali pakai beberapa waktu lalu. Mengakibatkan kekhawatiran sebagian kalangan. Dengan bahan yang sekali pakai, maka akan sulit untuk di urai / didaur ulang. Terlebih masker sekali pakai rentan membawa penyakit. Tak hanya itu, sampah masker medis pun sudah mencemari perairan. Hal ini sempat diberitakan oleh media online kumparan.com. Dimana ada akun facebook yang membagikan penemuan masker yang berserakan di bibir pantai Hongkong.

Maka dari itu langkah pemerintah untuk menghimbau masyarakat menggunakan masker kain sangatlah tepat. Masker kain bisa digunakan berkali-kali. Dengan cara dicuci maksimal setelah 3x pemakaian.

*Manusia perusak bumi*

Saya teringat beberapa tahun yang lalu, saya dan teman-teman sempat membedah film dokumenter “Sexy Killers”. Film tersebut sedikit menceritakan tentang penggalian batu bara untuk Bahan Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Ada banyak masalah terkait penambangan batu bara. Yaitu banyaknya lubang yang tidak ditutup kembali dengan tanah dan dibiarkan saja. Tidak hanya itu, lubang- lubang itu pun letaknya dekat dengan pemukiman masyarakat. Memang manusia banyak yang merusak bumi ini.

Dalam kasus lain, ternyata emisi karbon dioksida di bumi juga masih tinggi. Dua negara adidaya yaitu China dan Amerika menyumbang lebih dari 15 milyar ton emisi karbon dioksida ( Regan, CNN, 25/2/2020). Disampaikan oleh aditya pratama dalam essay di ib.times.com.

Melihat situasi itu, apakah kita selaku manusia memang tidak bisa merawat alam? Dan hanya merusak bumi demi keberlangsungan hidup kita?.

Suara Muhammadiyah edisi 05 tahun 2020 menerbitkan majalah secara khusus dengan tema ” Manusia Perusak Alam “. Jika ada jamaah yang sudah membaca, insyaa Allah memahami bagaimana permasalahan rusaknya alam perlu difikirkan oleh khalifah(manusia) dibumi.

“Allah SWT menitipkan amanah berupa alam raya kepada manusia untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab. Cara pandang dan akhlak kita terhadap alam harus dalam kerangka menjaga anugerah Tuhan untuk kemaslahatan ciptaan-Nya ( hal 9 ).

Ditengah adanya hikmah ataupun musibah dari dampak covid-19 bagi bumi. Beberapa Kader Hijau Muhammadiyah juga mengkritisi terkait situasi terkini. Dengan moment yang tepat seperti 22 April 2020 yang merupakan hari Bumi Sedunia. Mereka berupaya menyadarkan masyarakat tentang kerusakan bumi dengan beberapa aksi dan tulisan.

*Hubungan bumi dan manusia*

Ada sebuah novel fiksi sejarah menarik yang pernah saya baca. Judulnya yaitu Bumi Manusia. Edisi pertama dari 4 seri buku Tetralogi Buru. Sebuah judul cukup unik yang diberikan oleh Pramodya Ananta Toer selaku pengarang.

Novel sejarah tersebut mengisahkan tentang sejarah pendudukan kolonial di nusantara. Dengan menghadirkan seorang tokoh utama di fiksi sejarah bernama Minke. Minke yang sedari awal mengalami pergolakan pemikiran tentang penjajahan bangsa eropa, memberikan perlawanan. Dia tidak rela sumber daya berupa rempah – rempah dan tanah dikuasai oleh penjajah. Tidak hanya itu, ketidak adilan merajalela dan perbudakan tenaga kerja dimana-mana.

Kondisi itu mirip dengan sekarang. Investor asing, dan putra bangsa yang bisa disebut konglomerat di negeri sendiri banyak andil dalam kerusakan lingkungan. Ditambah dengan situasi seperti ini yang mengakibatkan sampah medis menumpuk.

Lantas bagaimana seharusnya manusia mengelola bumi dengan benar? Mari kita ikuti kekritisan dan kesadaran dari minke. Dan kita lihat bagaiamana Islam memandang khalifah ( manusia ) mengelola alam.

Dalam suatu diskusi, anggota kader hijau muhammadiyah pernah mengatakan, Amar ma’ruf Nahi Munkar bisa dimaknai, amar ma’ruf berbuat kebaikan dengan menanam dan nahi munkar mencegah kemunkaran dengan sadar melawan kerusakan alam.

Maka dari itu Islam agama rahmatan lil alamin juga memberikan perhatian khusus bagi hubungan manusia dengan bumi. Agama Islam memberikan peringatan melalui Q.S. Ar Rum ayat 41 yang artinya, “Telah nampak kerusakan didarat dan dilaut, disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Supaya Allah SWT merasakan kepada mereka sebahagian daei akibat perbuatan mereka agar mereka kembali jalan yang benar”.

Kesadaran manusia melestarikan lingkungan, masih sangat minim. Apalagi umat Islam masih belum secara masif bergerak untuk melestarikan alam / menjaga bumi. Padahal beberapa ayat sudah menjelaskan. Belum fokusnya umat ke ranah tersebut bisa jadi karena kondisi permasalahan bangsa dan pertarungan ideologi yang masoh menjadi isu utama umat. Sebagai penutup saya hadirkan ayat Al – Qur’an tentang melestarikan alam, Q.S. Al A’raf Ayat 56-58 tentang Peduli Lingkungan, yang artinya : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahma Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu. Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami)bagi orang-orang yang bersyukur.”

Maka dari itu, mari ditengah pandemi, walaupun ada bagian bumi dalam kondisi yang membaik. Akan tetapi ada juga bagian bumi yang mulai rusak. Tetap gunakan masker kain sehingga tidak terlalu banyak meninggalkan sampah yang bisa mencemari air laut atau bibir pantai.

Dan tak lupa tetap sadar dan kritis terkait kebijakan pemerintah yang tidak pro tentang pelestarian alam. Dan hanya menguntungkan investor guna mengambil sebanyak-banyaknya sumber daya alam negara kita. Kristisi dengan solusi, bahwa manusia dengan alam harus sinergis. Manusia menjaga, mengelola dan memanfaatkan dengan penuh tanggung jawab. Dan alam memberikan balasan berupa bahan pokok yang bisa membuat manusia bertahan hidup.

Rintihan Hati Seorang Ibu

Rintihan Hati Seorang Ibu

Pdpmjepara.org -Terik matahari semakin tinggi,badan sudah mulai lesu,terbesit suara hati dan terdengar kumandang adzan dhuhur tiba.

Ambilah air wudlu seorang ibu rumah tangga ini sukarti namanya.Dengan tertatih- tatih bukan karena sakit badannya tetapi sakit ketika merasakan keadaan nyata pada keluarganya yang selama ini telah merawat,membesarkan serta menghibur salah satu putra hidupnya yang ketika dua adiknya sudah kembali ke hadapan sang Kholiq sebelumnya.

Kini sudah besar dan remaja, usianya sudah 23 tahun.Tetapi Arif nama panggilan putranya yang sangat dibanggakan kini tidak bisa beraktifitas seperti anak remaja pada umumnya.Karena sejak usia dua tahun,badanya panas tinggi dan sudah di usahakan berobat ke ahli medis yang pada saat itu diberikan suntikan penurun panas cerita sukarti.

Tidak tahu kenapa setelah beberapa bulan tidak kunjung sembuh sakit panasnya justru malah menjadikan keadaan kedua kaki dan tangan kirinya mulai tidak bisa digerakkan bahkan semakain lama semakin mengecil dan tidak ada perkembangan .

Mukanjid sapaan bapak yang setiap harinya kuli di sawah bekerja mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan sehari- harinya. “Tidak bisa bekerja jauh dari rumah karena harus menggendong setiap hari ketika mandi,dipagi dan sore hari. Memapah Arif ketika buang air besar dan harus dibersihkan.karena ibu sudah tidak mampu lagi untuk angkat dan gendong sendiri tanpa bantuan sang ayah” tuturnya”.

Kini sukarti pasrah hanya kepada Allah saat dimana ketika keluarganya masih diberikan kekuatan iman,ikhsan dan baru tiga bulan bisa bernaung dibawah atap yang rapat dan tidak bocor,dan dinding rumah yang kian kokoh karena mendapat bantuan dari BSPS(Bantuan Stimulan Perumahan swadaya).

Air mata terkadang menetes tanpa sebab karena sudah capek merasakan betapa sakitnya kehidupan ini ketika diberikn rizki anak dalam kondisi yang tidak sama seperti keluarga dan tetangganya sekitar.

Dengan tekad gigih dan semangat sebelum mempunyai rumah sendiri,bertiga harus hidup di tanah pekarangan tetangga yang akhirnya bisa terbayarkan Rp.5.000.000 pada saat 20 tahun yang lalu.

Aktifitas sehari-hari sukarti mendampingi sang buah hatinya tanpa ada keluarga yang sudi membantunya.selain memasak untuk Arif dan keluarga, cuci baju ke sungai yang tidak jauh dari rumah selalu dia lakukan.Ambil kayu bakar untuk masak air dikala musim dingin.Tidak hanya itu saja sukarti masih menyempatkan waktunya untuk mengurus dua kambing etawa.Kelak kalau kebutuhan mendadak bisa dijual dan uangnya dipergunakan untuk beli kebutuhan rumah tangga.

Arif yang setiap saat main dan gerak dengan memutar,bergulingan saat rebahan kadang masih di berikan snackk kesukaannya (jajan ciki)
ditempat main dilapisi tikar anti air sekaligus tempat tidurnya.Keadaanya sangat bersih meskipun di satu tempat,karena sangat dikhawatirkan kesehatan dan kebersihannya oleh sukarti.

Pengap terasa sesak nafas ini ketika melihat kondisi saat ini,ternyata Allah tidak tidur,Dia memperlihatkan kekuasaanNya,begitu besar
Engkau beri kekuatan hati seorang ibu untuk selalu tulus dan menerima kenyataan selama ini.
selamat bejuang bu Sukarti,rawat buah hati dengan senyum niscaya akan menjadi amal yang luar biasa.

kisah nyata – ide cerita- Kusnitah – kontributor jurnalis Muhammadiyah Jepara.

Serba Daring Dan Bahaya Infobesitas

Serba Daring Dan Bahaya Infobesitas

Oleh Roynaldy Saputro.
Guru SMA dan SMK Muhammadiyah Mayong
Sekretaris BPK PDPM Jepara

( PDPMJEPARA.ORG)- Work From Home ( WFH ) atau bekerja dari rumah sedang di galakkan. Gerakan tersebut digunakan untuk memutus rantai penyebaran Covid – 19. Dengan WFH, maka interaksi sosial di dunia nyata bisa diminimalisir. Akan tetapi hal itu tidak berlaku di dunia maya. Intensitas interaksi manusia di dunia maya justru semakin meningkat di tengah gerakan WFH.

WFH, memungkinkan seseorang memiliki waktu yang lebih lama dalam menggunakan gawai. Hal itu didukung mana kala WFH menggunakan beberapa aplikasi media sosial. Contoh saja di kegiatan diskusi beberapa organisasi masyarakat. Aplikasi WA dipakai untuk diskusi daring. Ada juga yang memakai Facebook Live, Instagram Live, atau siaran langsung youtube untuk sebuah pengajian, seminar dll. Memang tidak ada salahnya manusia mengarah ke arah serba daring. Semakin berjalan kearah masa depan, kemampuan manusia akan kondisi serba daring memang harus meningkat. Terlebih didukung dengan situasi dan kondisi yang seperti sekarang ini. Jika dilihat beberapa sektor kehidupan mulai terdampak.

Serba Daring Di Pendidikan Dan Ekonomi

Di sektor pendidikan, mengalami dampak yang cukup serius dari sistem WFH karena Covid – 19. Hampir semua lembaga pendidikan menggunakan sistem pembelajaran daring untuk mencapai standar kompetensi yang berlaku. Baik guru dan murid, sama-sama menggunakan gawainya untuk saling berinteraksi. Sedangkan sesama guru dan kepala sekolah serta karyawan sekolah, sudah berinteraksi dengan video conference / percakapan pesan menggunakan aplikasi yang sesuai. Pendaftaran peserta didik baru pun menggunakan daring dalam teknis pendaftarannya.

Di sektor ekonomi, gerakan untuk menumbuhkan UMKM dengan promosi / iklan di media sosial juga semakin meningkat. Dari yang saya amati, beberapa akun informasi milik swasta ( non pemerintah ) yang banyak di ikuti masyarakat, sekarang sangat terbuka untuk membantu mengiklankan UMKM di daerahnya. Bisa kita lihat dari akun ISK ( info seputar kudus) atau ISJ ( info seputar jepara ). ISK bahkan terang-terangan siap membantu bagi pelaku UMKM yang ingin promosi di akunnya. Adapun akun-akun pribadi sekarang lebih aktif untuk promosi di media sosial ditengah himpitan ekonomi dampak kehadiran Covid-19.

Dari dua sektor kehidupan tersebut saja, kita sudah memahami bagaimana alur masa depan mendatang. Serba daring, serba video, serba berinteraksi didunia maya dan serba mendapatkan informasi akan menjadi hal yang sangat biasa. Bisa jadi dalam beberapa tahun, justru ketergantungan terhadap daring yang akan menjangkiti masyarakat.

Bahaya Infobesitas

Dalam kondisi seperti ini, interaksi sosial di dunia maya memang tidak terbendung. Banyak manusia, sehari-hari akan mengkonsumsi informasi dari berbagai sektor kehidupan. Yang paling mencolok adalah informasi tentang perkembangan Covid -19. Data positif yang sudah menunjukkan 5.000 lebih orang positif Covid -19, membuat masyarakat khawatir.

Setiap hari masyarakat di suguhi dengan berita tentang Covid – 19. Seakan-akan baik di media elektronik seperti televisi, atau media sosial tidak ada berita positif yang lain. Proporsi dengan informasi yang lain sungguh jaraknya terlalu jauh. Komunikasi pemerintah dengan masyarakat perlu ada evaluasi. Kata “waspada dan jangan panik” justru membuat masyarakat dibeberapa daerah tambah panik.

Kita bisa lihat kejadian akhir-akhir ini. Tentang penolakan jenazah perawat yang positif Covid – 19. Ada lagi penolakan tempat sebagai lokasi karantina. Dan tentu masih banyak kejadian yang terjadi akhir-akhir ini. Hal demikian tentu tidak terlepas dari informasi yang masyarakat dapatkan. Terlebih informasi tersebut mengandung unsur negatif. Padahal dr. Hasan Bayuni direktur RS PKU muhammadiyah sruweng kebumen pernah mengatakan, ” jika perasaan seseorang cemas dan khawatir, bisa membuat imunitas tubuh menurun”. Dalam menghadapi Covid -19, imun tubuh hendaknya ditingkatkan, bukan diturunkan.

Lagipula komunikasi tentang kebijakan publik pemerintah perlu diperhatikan. Mengingat dalam situasi seperti ini, ada juga pejabat yang membuat kegaduhan. Kasus terbaru yaitu tentang surat dari staff khusus presiden yang bersifat pribadi perusahaannya. Dan yang kedua tentang pernyataan LBP Menkopolhukam tentang jumlah korban meninggal akibay virus Covid -19 yang tidak seberapa dari jumlah penduduk Indonesia.

Perlu adanya evaluasi dari internal pemerintah terkait komunikasi publik. Apalagi ditengah kondisi sekarang, masyarakat banyak memakan informasi. Dalam pengamatan dibeberapa grup WA ataupun FB, banyak masyarakat yang khawatir tentang penanganan Covid – 19. Dan merasa was-was jika wabah ini sudah sampai ke lingkungannya.

Memberikan informasi yang positif dan menenangkan masyarakat dengan data yang jelas dan transparan sangatlah penting. Jangan sampai masyarakat mempunyai penyakit infobesitas, dengan konsumsi utama adalah informasi negatif. Menurut Irfan Amalee Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah dalam Suara Muhammadiyah, “Infobesitas merupakan gejala kelebihan asupan informasi tanpa memilah terlbih dahulu informasi yang didapat”. Sekarang terjadi, banyak masyarakat langsung responsif terhadap segala pemberitaan tanpa nalar kritis obyektif yang dibangun. Sehingga masyarakat terombang ambi dengan segala innformasi yang di produksi media massa.

Masih menurut Irfan, untuk menghindari Infobesitas di situasi sekarang, perlu adanya kampanye akhlaq bermedsos dan mengajarkan digital literacy ( literasi digital ) dan digital citizenship ( warga digital ). Kemudian,jikalau ada seseorang yang terkena dan ingin sembuh dari virus covid -19 ataupun jika masih sehat ingin terhindar dari rasa kecemasan yang mempengaruhi daya imunitas tubuh. Maka kita bisa meniru Bima Arya, wali kota bogor dengan sejenak meninggalkan dunia media sosial dan fokus terhadap kehidupan nyata dengan karantina mandiri.

Mari bersama-sama melindungi diri dari informasi yang menurunkan daya tahan tubuh kita. Selalu manajemen setiap informasi yang kita dapat. Imbangi dengan informasi yang positif tentang wabah covid 19. Buatlah stigma anda berfikir jernih bahwa kita bisa menang dan bertahan menghadapi wabah ini.

Ketua PDM Jepara : Semoga Kita Mampu Memperoleh Derajat Muttaqiin

Ketua PDM Jepara : Semoga Kita Mampu Memperoleh Derajat Muttaqiin

(PDPMJEPARA.ORG)- Bulan suci ramadhan tahun 1441 H sudah tiba. Seluruh umat Islam seluruh dunia bersukacita menyambutnya. Di Indonesia tanggal 1 Ramadhan 1441 H jatuh pada hari Jumat 24 April 2020 M.

Namun bulan Ramadhan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Suasana perihatin masih menyelimuti seluruh dunia dan Indonesia pada umumnya dan khususnya kabupaten Jepara. Suasana keprihatinan ini karena tidak bukan dan tidak lain karena wabah virus covid- 19 yang belum mereda.

Ketua pimpinan daerah Muhammadiyah ( PDM) Jepara KH. Fachrur Rozi mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan. ” Dalam situasi perihatin ini semoga ujian ini cepat berlalu.semoga kita mampu memperoleh derajat Muttaqiin.Dan PDM Jepara menghimbau seluruh warga Muhammadiyah Jepara agar mengikuti maklumat PP Muhammadiyah 02. Untuk senantiasa mengikuti Protokol Covid- 19, untuk ikhtiyar dan Tawakkal kepada Allah SWT” imbaunya.

Hamka (2) : Memelihara Kesehatan Jiwa

Hamka (2) : Memelihara Kesehatan Jiwa

pdpmjepara.org-Dalam hidup manusia sedikitnya terdiri dari dua kesehatan.  Pertama sehat jiwa  dan yang kedua sehat badan. Sehat jiwa berupa kerohanian dan sehat badan berupa jasmani. Kesehatan jiwa amatlah penting bagi manusia. Selain kesehatan badan, kesehatan jiwa juga menentukan kualitas hidup seseorang. Ditengah wabah Covid-19 seperti ini. Tentu kesehatan jiwa diperlukan untuk menenangkan sikap kita sebagai manusia.

Kadang kala kesehatan jiwa ditengah masyarakat tidak diperhatikan. Sehingga yang selalu dikejar adalah kesehatan badan. Padahal kesehatan jiwa juga menentukan kualitas hidup seseorang. Dalam menjaga kesehatan jiwa pun tidak harus melalui hal-hal yang bersifat matrealistik. Contohnya untuk menjaga kesehatan jiwa adalah dengan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Selanjutnya, bisa pula mengingat bahwa kita ini sebenarnya manusia yang tak luput dari kematian. Sehingga apa yang kita kerjakan didunia semata-mata berorientasi kepada idealitas kemanusiaan. Dan dalam konteks keagamaan, kita berorientasi menyiapkan bekal setelah kematian.

Pengalaman Kesehatan Jiwa

Saya teringat, sewaktu menempuh studi S1 di Solo dulu. Banyak teman yang mempertanyakan, kenapa saya kadang sibuk dengan urusan organisasi ? Dan waktu itu saya jawab dengan sederhana, karena berorganisasi menjaga kesehatan jiwa. Dan lebih dari itu, nalar berfikir saya pun tetap terjaga untuk selalu bijaksana dalam menghadapi tantangan hidup. Munculnya kalimat itu pun tidak serta merta muncul begitu saja.

Saya terinspirasi dari pendiri Muhammadiyah, yaitu K.H. Ahmad Dahlan. Dalam sebuah cerita di buku “Tentang K.H. Ahmad Dahlan” yang ditulis oleh muridnya yang bernama H. Mohammad Syoeja’. Syoeja’ menyampaikan bagaimana dalam keadaan sakit, K.H. Ahmad Dahlan tetap ingin melihat perkembangan Muhammadiyah (waktu itu sedang ada pembangunan gedung sekolah Muallimin ). Ketika diperingatkan Nyai Walidah  tentang kesehatan badannya, Ahmad Dahlan mengatakan, “Yang sakit ini hanya badan Dahlan, jiwa dan semangatnya tidaklah sakit,” ucap Dahlan.

Maka dari itu sewaktu kuliah dulu, walaupun keterbatasan materi.  Akan tetapi saya selalu berusaha menyehatkan badan. Dengan cara berkumpul dan berorganisasi.

Memelihara Jiwa

Beberapa waktu yang lalu, saya menghadirkan pikiran Buya Hamka tentang 5 perkara kesehatan.  Pikiran itu saya ambil dari buku yang berjudul Tasawuf Modern karya beliau. Buku yang sebelumnya bernama tentang bahagia.

Masih saya ambil dari bab 4 tentang kesehatan jiwa dan badan. Kali ini saya akan hadirkan tentang memelihara dan mengobati jiwa. Saya akan memulai dari memelihara jiwa.

Kata Buya Hamka dalam bukunya yang saya baca, kesehatan jiwa berupa bahagia kedatangannya ada dua macam. Yaitu kebahagiaan datang dari luar dan dari dalam. Bagi buya kebahagiaan dari luar adalah kepalsuan dan hampa. Menurutnya, hal seperti itu akan memunculkan keraguan, cemburu, putus harapan. Sangat gembira dihujani rahmat akan tetapi lupa bahwa hidup ini berputar-putar. Maka dari itu beliau memberi contoh orang banyak harta, kaya dilihat pada lahir akan tetapi miskin pada hakikatnya.

Kebahagiaan dari dalam adalah hal yang utama. Sehingga menemukan kebahagiaan untuk menyehatkan jiwa dari dalam diri menjadi nasehat beliau.

Dari dua hal tersebut beliau mencontohkan. Banyak raja-raja zaman dahulu yang urusannya banyak, hartanya banyak, akan tetapi ujung-ujungnya ingin bertapa / menyendiri untuk menemukan hakikat kehidupan. Kalau dikontekskan dengan sekarang sbgai umat muslim, tentu  ibadah kita sudah benar jalannya menuju kejalan penemuan jati diri sebagai hamba. Dan semoga hal-hal itu bisa menyehatkan jiwa kita semua.

Mengobati Jiwa

Ketika sudah terlanjur jiwa kita sakit. Maka buya memberikan nasihat dengan 4 sifat.

4 sifat tersebut yaitu :

  1. Syaja’ah, Berani pada Kebenaran Takut pada Kesalahan.

Sifat syaja’ah mempunyai dua pinggir. Pinggir sebelah atas terlalu panas ( tahawwur ) atau terlalu berani. Pinggir kebawah terlalu dingin ( jubun ) atau pengecut.

  1. ‘Iffah, Pandai Menjaga Kehormatan Orang Batin

‘Iffah juga mempunyai dua pinggir. Jika pinggir terlalu keatas, tak ada kunci (syarah), disetiap perkataan terlalu di obral dan bocornya kata. Terlalu kebawah, tidak peduli (khumud), disetiap percakapan tak peduli.

  1. Hikmah, Tahu Rahasia dari Pengalaman Kehidupan.

Hikmah ada dua pinggir pula. Pinggir ke atas, terlalu tergesa gesa menjatuhkan hukum disuatu perkara (safah).  Pinggir kebawah,  dungu, kosong pikiran dan tolol. Karena dapat berkali-kali pengalaman, tetapi tidak mengerti hikmahnya.

  1. ‘Adalah, Adil Walaupun Kepada Diri Sendiri

Dua pinggir dari sifat ini. Kalau terlalu keatas akan sadis, zalim dan aniaya. Jika pinggir sebelah bawah akan hina, karena berkali-kali teraniaya tapi semangatnya tidak pernah bangun (muhanah).

4 sifat ini harus dikerjakan dengan tegak ditengah (antara sifat terlalu dan sifat abai). Sehingga pesan beliau, ‘Condong kebawah jadi penyakit hina, condong keatas jadi penyakit zalim. Tegak ditengah itu lah kesehatan’. Semoga dengan sedikit informasi ini kita senantiasa menjaga kesehatan jiwa kita.

 

Roynaldy Saputro

Guru SMA dan SMK Muhammadiyah Mayong

Sekretaris Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PDPM Jepara

Dakwah Dengan Pendekatan Ekonomi

Dakwah Dengan Pendekatan Ekonomi

pdpmjepara.org– Era sekarang era global dan digital yang menuntut kita berdakwah berbagai bidang, ini sebuah pemikiran dari ekonom Muhammadiyah Jepara yang patut untuk ditelaah. Adapun gagasan beliau sebagai berikut:

1. Sangat perlu kiranya para ustadz, para pengusaha , dan para pimpinan persyarikatan, ikut membantu merubah mindset pemahaman tentang konsep Rezeki, perkonomian, Ikhtiar, Tawakal, Qonaah, Ikhlas dan Sabar dalam ajaran yang sebenar- benarnya.
Islam sangat mendorong umatnya untuk tidak miskin.
Islam mendorong umatnya bisa sejahtera didunia dan akhirat.
Islam mendorong umatnya agar berkelimpahan disegala hal.
2. Perlu kiranya setiap Cabang membuat lembaga Ekonomi sebagai AUM yang diharapkan berperan dalam :
A. Kontribusi keuangan untuk gerakan-gerakan dakwah.
B. Tempat kaderisasi
C. Pemberdayaan Jamaah
D. Sebagai alat berjejaring
Untuk mewujudkanya bisa dengan membuat gerakan Infak atau wakaf tunai, misal Rp 2.000 tiap pekan/orang, Untuk dijadikan modal usaha lembaga ekonomi milik cabang. Ditambah dana- dana masjid, mushola dan dana milik AUM lainnya.
Dikumpulkan, diberdayakan agar berkembang dan memberi manfaat usaha bagi warga yang butuh modal kerja.
3. Pada dasarnya semua warga Muhammadiyah terlahir mengemban tugas sebagai Problem Solver dibidangnya masing-masing. Dalam rangka ikut mengatasi permasalahan yg dihadapi umat islam, dgn cara:
– Ikut menciptakan SDM unggul
– Ikut menciptakan lapangan kerja
– ikut membantu masalah permodalan
– ikut membantu pendampingan teknis dan spiritual
– ikut membantu pemasaran
4. Sebagai sebuah ormas besar, wajib kiranya melakukan kaderisasi intensif disemua bidang dakwah untuk pendidikan karakter bagi calon-calon pemimpin yang akan mengambil keputusan – keputusan strategis dibidangnya masing-masing.
5. Perlu kiranya terus dipupuk pelatihan dan pengembangan keterampilan berorganisasi agar mampu bekerja secara tim secara sinergis.

Muhammad Tresno
Warga Muhammadiyah Jepara dan JSM (Jaringan Saudagar Muhammadiyah)

Mungkinkah AUM di Jateng Berpromosi Lewat Sepak Bola

Mungkinkah AUM di Jateng Berpromosi Lewat Sepak Bola

pdpmjepara.org – Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur sudah berhasil melangkah lebih jauh dalam promosi lewat sepak bola. Hal yang sama juga dilakukan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Salah satu AUM milik PWM Yogyakarta yang menjadi sponsor klub PSIM Yogyakarta.

Promosi yang Cukup Efektif

Promosi lewat sepak bola mungkin belum begitu menguntungkan namun nyatanya efektif. Terbukti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Malang berani kerjasama dengan klub Liga 1 Arema Malang, UAD dengan PSIM Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surabaya dengan Persebaya dengan kucuran dana lebih dari 5 milyar rupiah.

Hal inilah yang kadang mengusik pikiran penulis untuk mengulas. Misalnya AUM di Jepara dan sekitarnya berani masuk menjadi sponsor sebuah klub sepak bola. Belum perlu membeli klub Liga 1 atau Liga 2 seperti langkah PWM Jatim yang mengelola klub Liga 2 Persigo Semeru Hizbul Wathon (PSHW) Jatim. PWM Jatim melibatkan AUM untuk menyokong pendanaan klub.

Tidak Perlu Dana Milyaran

Angka yang dikeluarkan AUM di Jatim untuk pasang logo di jersey dan papan reklame terbilang besar. Berkisar 500 jutaan. Bagi AUM setingkat SMA kisaran 50 jutaan angka yang lumayan besar. Hal yang menjadi pertanyaan mampukah AUM di Jepara atau usaha milik warga Muhammadiyah Jepara dan sekitarnya berpromosi di sepak bola. Penulis akan jawab InsyaAllah bisa. Kita ambil saja klub yang ada di Jepara yaitu Persijap Jepara. Sebuah klub yang bisa dibilang klub legenda dengan basis pendukung yang besar. Dibanding PSHW Jatim suporter Persijap jauh lebih banyak. Pertanyaan kedua, kenapa harus Persijap?. Karena Persijap adalah merupakan klub yang memiliki branding kuat. Pernah berkompetisi di liga tertinggi Indonesia. Basis suporter Persijap cukup besar, meski main di Liga 3 seperti 2 musim lalu kurang lebih 5000 suporter datang ke Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK). Dan yang pasti proposal penawaran yang diajukan Persijap relatif lebih rendah daripada PSHW Jatim.

Banyak Bidang untuk Promosi

Dalam setiap kompetisi banyak bidang yang bisa dikerjasamakan. Setiap pertandingan panitia pelaksana pertandingan (panpel) membutuhkan konsumsi untuk tenaga pelaksana dalam pertandingan. Semisal warga Muhammadiyah di Jepara punya usaha katering, bisa menjadi salah satu rekanan. Saat kompetisi pun perlu reklame. Baik untuk pertandingan maupun pengenalan tim. Warga Muhammadiyah yang punya usaha percetakan bisa masuk untuk kerjasama. Pernah juga penulis tahu dari media Persijap ada proposal penawaran untuk usaha milik warga Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). Namun sampai saat ini belum ada yang berjodoh. Rasanya bukan mustahil bila ada pendekatan dari hati ke hati akan terjalin kerjasama dan promosi dari AUM ataupun usaha milik warga Muhammadiyah yang menggandeng klub sepak bola.

AUM Lebih Dikenal

AUM ataupun warga Muhammadiyah yang menjadi sponsor klub sepak bola tentu akan semakin dikenal. Karena bisa dipromosikan lewat media resmi klub dengan pengikut ribuan dan juga di media baik media cetak, radio, televisi maupun daring. Ini sebuah simbiosis mutualisme yang perlu dimulai dengan dana yang cukup murah dengan pendekatan dari hati ke hati.

Penulis adalah alumni Sekolah Muhammadiyah dan Penggemar Sepak Bola.

Menengok Sejenak Kiprah AUM Jatim Dalam Mendukung Dan Memperkenalkan Diri Lewat Sepakbola

Menengok Sejenak Kiprah AUM Jatim Dalam Mendukung Dan Memperkenalkan Diri Lewat Sepakbola

pdpmjepara.org – Masyarakat sempat terhenyak dan kaget akan langkah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ketika membeli (mengakuisisi) sebuah klub sepak bola profesional.

Semuanya kaget tidak terkecuali penggemar sepakbola di republik yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 ini. Banyak masyarakat bertanya ada apa dan bisa apa ormas Islam ini mengelola sepak bola. Eiiit jangan salah sebelum Republik Indonesia merdeka Muhammadiyah sudah punya kesebelasan yang namanya persatuan sepakbola Hizbul Wathan (PS HW)yang tersebar di berbagai wilayah, daerah , cabang bahkan ada di ranting Muhammadiyah, pendiri PSSI sendiri yaitu Ir. Soeratin adalah pemain PS HW dan kader Muhammadiyah. Jadi jangan diragukan kemampuan dan lekatnya sepakbola dalam Muhammadiyah. Era 50- 80an banyak pemain PS HW yang kemudian menjadi pemain tim nasional diantaranya: Djamiat Dalhar, Maulwi Saelan dan sekarang Rangga Muslim meski belum masuk timnas adalah mantan PS HW yang membela PSIM Yogyakarta dan pernah kuliah di UMY. Kembali pada kiprah PWM Jatim banyak orang khususnya masyarakat bola bertanya dari mana dananya PWM Jatim membiayai kompetisi liga 2 semusim karena Persigo semeru FC yang beli PWM ini berlaga di liga 2 . Dalam kompetisi liga 2 sendiri paling tidak menganggarkan dana 5-7 M ini dana pahe alias paket hemat. Bahkan klub liga 2 asal Jepara Persijap sendiri menganggarkan dana 10 M. Ada sedikit rumpian dari orang-orang uang segitu kok dibuang – buang, hal wajar bila ada orang yang rasan – rasan (istilah Suroboyoan) mengenai pengeluaran dana besar hanya buat sepakbola bukan buat amal usaha.

Muhammadiyah di Jatim Banyak Potensi

Awal mula PS HW dihidupkan lagi untuk membuat SSB (sekolah sepakbola) namun antara harapan dan kenyataan belum berbanding lurus karena SSB di Surabaya sudah banyak dan menjamur. Maka diambilkan langkah kedua adalah ikut kompetisi internal Persebaya dengan kategori U- 17 dengan harapan ada pemain PS HW yang masuk tim inti Persebaya. Langkah kedua inipun diluar dugaan, awal seleksi terjaring 300an pemain yang mengikuti seleksi PS HW Jatim ini, sangat diluar dugaan. Diluar itu juga ada kabar sebuah klub liga 2 yaitu Persigo semeru FC yang juga milik kader Muhammadiyah asal Lumajang sedang kolaps alias dana cekak dan dijual dengan harga lumayan murah namun maaf tidak elok untuk disebutkan di sini. Bak gayung bersambut PWM langsung menyanggupi.

Dukungan Sponsor Datang Dari AUM

Negosiasi jual beli berlangsung dengan cepat maka resmilah Persigo semeru FC menjadi PWM Jatim dengan nama sementara PSHW( Persigo Semeru Hizbul Wathan). Ada sebuah pertanyaan bagaimana pendanaanya? Untuk mengarungi kompeti sela semusim klub PS HW Jatim di dukung dari AUM( amal usaha Muhammadiyah) yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Sebagaimana diketahui Universitas Muhammadiyah Surabaya salah satu AUM adalah sponsor klub kebanggaan warga Surabaya yaitu Persebaya. Dana yang digelontorkan UMS Surabaya untuk Persebaya lumayan besar diatas 5M semusim.Hal yang sebelumnya dilakukan UMM Malang juga mensponsori klub ISL Arema Malang. Dalam berkompetisi PS HW Jatim ini didukung beberapa universitas Muhammadiyah dibawah PWM Jatim bahkan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dibawah PWM Jateng sudah mengajukan menjadi sponsor, namun ditolak karena sponsor dari PWM Jatim sudah mencukupi. Adapun PTM yang mendukung adalah : UMLA Lamongan, UMM Malang, UMP Ponorogo, UMS Surabaya, UMSIDA Sidoarjo, UMJ Jember, selain itu juga ada RS PKU Lamongan, RS PKU Aisyiyah Sidoarjo, RS PKU Babat Lamongan, air minum LAZISMU dan SMA yang ada di Surabaya sudah antri untuk mendukung. Jadi Muhammadiyah dalam hal ini PWM Jatim SDM dan Sumber dana bukan masalah dalam mengelola dakwah lewat sepakbola. Jadi dari ini AUM bisa dikenal masyarakat lewat olah raga yang paling banyak disaksikan warga di dunia.Jadi lewat sepakbola nasional AUM dikenal dan menggeliat.

Ditulis oleh alumni sekolah Muhammadiyah dan penggemar bola asal Jepara