Meneropong Semangat Kader Aisyiyah Dalam Menghijaukan Bumi

Meneropong Semangat Kader Aisyiyah Dalam Menghijaukan Bumi

 

pdpmjepara.org – Mengkader sangat perlu ditumbuhkan pada jiwa insani dalam persyarikatan muhammadiyah, juga dalam ber aisyiyah. Hari ini sabtu, 28 November 2020 M yang bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1442 H adalah hari menanam pohon Indonesia. Semua majelis, lembaga dan ortom dalam persyarikatan muhammadiyah diharapkan saling mendukung dalam kegiatan tersebut.

Banyak hikmah yang kita petik dalam kegiatan kali ini, yaitu menanam pohon itu ibarat memelihara bayi, agar tumbuh sampai dewasa.Tidak hanya bergembira dalam menanam namun merawatnya hingga menjadi pohon dan bermanfaat bagi alam sekitar.

Begitu pula pada pengkaderan dalam persyarikatan, perlu jiwa besar yang mampu mengkader agar persyarikatan muhammadiyah lebih maju dan berkualitas dalam mengaktualisasikan diri, mengejar ketertinggalan dan menjadi insan yang berkemajuan dan berperadaban.

Belajar dari semangat Muhammadiyah yang bisa kita lihat dalam ucapan KH Dahlan sebagai berikut: “Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mempergunakan akal fikirannya, untuk memikir, bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Apakah perlunya? Hidup di dunia harus mengerjakan apa? Dan mencari apa? Dan apa yang dituju?. Manusia harus mempergunakan fikirannya untuk mengoreksi soal I’tikad dan kepercayaanya, tujuan hidup dan tingkah-lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Karena kalau hidup di dunia hanya sekali ini sampai sesat, akibatnya akan celaka dan sengsara selama-lamanya.

Selamat Hari Menanam Pohon Indonesia
Tetap semangat, patuhi protokol kesehatan
Pandemi belum berakhir
Salam Tangguh
Salam Kemanusiaan
Aisyiyah siap untuk selamat.

Penulis Deny Ana I’tikafia

Sensus Warga Muhammadiyah Jepara, Bisakah?

Sensus Warga Muhammadiyah Jepara, Bisakah?

pdpmjepara.org – Beberapa hari yang lalu mungkin menjadi sebuah momentum yang penuh hikmah. Tatkala kami para pemuda muhammadiyah yang sedang mengadakan penjurian lomba, terlibat diskusi banyak hal dengan ayahanda PDM. Tepatnya di lomba Penulisan Sejarah. Penjurian yang memang membutuhkan waktu membuat ketiga dewan juri dan koordinator lomba sepakat untuk memperpanjang durasi penilaian. Hal ini didukung karena tempat tidak mendukung konsentrasi para juri karena disebelah ruangan ada penjurian tilawah yang video nya mempunyai suara yang cukup kencang.

Akan tetapi terlepas dari itu, kami ( saya dan mas azam ) diajak untuk berdiskusi tentang tema yang cukup penting oleh Bapak sholeh dan pak eko. Karena banyak hal kita diskusikan untuk kali ini saya akan ambil salah satunya saja, yaitu tentang “sensus warga muhammadiyah jepara”.

Bagi saya sendiri hal tersebut masih asing, kecuali sensus yang dibuat oleh negara. Tentu sudah menjadi rahasia umum. Akan tetapi sensus warga muhammadiyah? Ha ? Apa bisa ?. Sesuatu yang ketika pertama kali saya mendengar bisa dilakukan tapi butuh kekuatan banyak pihak.

Bukan tanpa sebab, kalimat dan topik pembahasan tersebut muncul dari ayahanda PDM. Beberapa alasan menjadi latar belakangnya. Diantaranya adalah kejelasan warga muhammadiyah jepara ini berapa ? Warga muhammadiyah banyak berprofesi sebagai apa? Sudahkah warga muhammadiyah terkelola dengan baik ? Berapa jumlah kita ketika kita sedang menghadapi situasi politik ? Dan peran apa yang bisa kita lakukan dengan jumlah warga yang kita punya sebagai kekuatan ekonomi ?

Pertanyaan -pertanyaan tersebut hanyalah beberapa yang diutarakan oleh ayahanda dan yang sempat saya pikirkan juga. Yang menjadi rahasia umum, mungkin jumlah warga muhammadiyah di Jepara tidak terlalu banyak dengan ormas sebelah. Akan tetapi bagaimana ketika warga yang sudah disensus ini dikelola dan dimaksimal potensinya? Tentu banyak hal yang bisa kita capai. Diantaranya, mempunyai basis massa yang jelas. Muhammadiyah jepara akan mengetahui latar belakang warganya sehingga bisa saling sinergi dalam berdakwah di berbagai sektor. Muhamamdiyah jepara bisa membuat sistem yang bisa jadi bahan pertimbangan tentang kekuatan ekonomi. Dan masih banyak lagi yang mungkin belum sempat saya pikirkan.

Memang saya sadari sendiri, sensus warga tidak semudah yang diucapkan. Butuh konsep yang matang dan tenaga yang ekstra dari berbagai pihak untuk mensukseskan sensus ini. Apalagi jika sudah ada komitmen bersama disetiap lini dan elemen menyatukan visi untuk perkembangan muhammadiyah jepara lebih baik lagi. Salah satunya melalui gerakan sensus warga muhammadiyah.

Dalam tataran konsep, maka akan ada sedikit pertanyaan, siapa yang disebut warga muhammadiyah? Apakah seseorang yang ke masjid muhammadiyah ketika jamaah? Atau yang mempunyai Nomor Baku Muhammadiyah? Atau seperti apa?. Maka dalam tataran konsep ini akan tersusun sebuah formulir untuk mendata warga muhammadiyah. Lanjut lagi, konsep juga harus menyelesaikan tentang strategi gerakan. Kita akan menyensus warga dengan cara apa? Siapa yang melakukan ? Bagaimana caranya ? Dan capaian keberhasilannya seperti apa ?. Selanjutnya pula ketika sudah melakukan sensus perlu dipikirkan, siapa yang akan mengolah data? Menjadikannya sebuah infografis yang mudah dibaca dan dihadirkan ke khalayak ramai. Tidak hanya itu, setelah punya data perlu dipikirkan untuk apa data yang sudah ada.

Sehingga dalam tataran konsep memang benar-benar matang dan tinggal eksekusi. Mungkin bisa menggerakan PCM dan PRM, atau menggerakkan AMM.

Maka, ketika beberapa waktu yang lalu saya sempat menemukan sebuah bingkai foto di Facebook, yang bertuliskan “ayo sukseskan sensus warga NU”. Pertanyaannya kembali kepada kita semua, bisakah dan beranikah kita melangkah ke tahap itu demi perkembangan dakwah muhamamdiyah di masa depan.

 

Penulis:  Roynaldy Saputro

Ketua PD Muhammadiyah Jepara : 108 Tahun Muhammadiyah, Mari Kita Tingkatkan Pengkaderan Dan Gerakan Sosial Keagamaan

Ketua PD Muhammadiyah Jepara : 108 Tahun Muhammadiyah, Mari Kita Tingkatkan Pengkaderan Dan Gerakan Sosial Keagamaan

pdpmjepara.org- Muhammadiyah genap sudah berusia 108, usia yang lebih dari satu abad dan juga lebih tua dari usia republik Indonesia. Di usia yang semakin naik dan era masa kini tantangan dakwah semakin tinggi.

Bagi ketua pimpinan daerah Muhammadiyah ( PDM) Jepara , KH Fachrurrozi milad Muhammadiyah yang ke 108 adalah usia dimana Muhammadiyah harus semakin meningkat dalam syiar. Kamis 19/11/2020 M, 3 Rabiul akhir 1442 H.

Ketua PDM yang tinggal di desa Surodadi Kedung Jepara ini mengatakan “di usia yang ke 108, Muhammadiyah  Jepara mempunyai target ke depan membuat kantor bersama PDM PDA dan Ortom. Meningkatkan mutu Lembaga Pendidikan yang di miliki Muhammadiyah . Menggerakkan lembaga-lembaga yang ada . Membuat Profil Muhammadiyah di setiap PCM Juga PDM sendiri. Mulai sejarah berdirinya sampai perkembangannya sampai sekarang”.

Selain dari target kedepan ketua PDM Jepara juga berharap kedepan sesuai dengan tema milad ” keteguhan dalam beragama artinya jamaah Muhammadiyah harus lebih giat dalam pendalaman ilmu agama yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah.

” Kami berharap untuk menggiatkan pengajian, kaderisasi yang berkesinambungan. Lebih menekankan setresing sebagai gerakan sosial keagamaan dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi umat” pungkasnya.

Tentu harapan ini bisa diwujudkan oleh PD Muhammadiyah Jepara. Karena bertepatan dengan milad Muhammadiyah ke-108, ketua PD Muhammadiyah Jepara melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung PCM Mayong.

14 Permohonan Kesempurnaan Keyakinan

14 Permohonan Kesempurnaan Keyakinan

 

pdpmjepara.org- INFO_Al-Istiqomah : Masjdi Al-Istiqomah kali ini melaksanakan kajian rutin ke Islaman yang dilaksanakan setiap seminggu sekali yakni setiap malam Jumat usai sholat magrib berjamaah, Kamis ( 5 Nopember 2020). Kegiatan yang di isi oleh Ustadz Agus Arifin sekaligus sebagai imam sholat Isya’ dengan mengusung tema “14 Permohonan Kesempurnaan Keyakinan “.

Dalam mukaddimah awal pengajiannya, Ustadz Agus Arifin mengajak para jamaah untuk mengucapkan rasa syukur kepada Allah, SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.. “Alhamdulillah malam hari ini kita bisa hadir, bisa kumpul, bisa bersilaturrohim dalam rangka pengajian. Sudah sepantasnyalah kita selalu memanjatkan puji syukur kepada Allah, SWT. atas segala nikmat yang diberikan kepada kita. Semoga apa yang kita lakukan ini selalu bermanfaat bagi kita semua, lebih-lebih kita harapkan dapat meningkatkan keimanan dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah, SWT. Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi junjungan kita Nabi Muhammad, SAW. Yg telah membimbing, mengarahkan kita ke jalan yg lurus, semoga apapun yang kita kerjakan selama ini, semog selalu mengikuti sunah Rosulullah, SAW.,” tutur Ustadz Agus Arifin.

Dalam awal kajiannya Ustadz Agus Arifin mengutip firman Allah dalam surat Al-Baqaroh ayat 201 bahwa Allah berfirman :

وَمِنۡهُمۡ مَّنۡ يَّقُوۡلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنۡيَا حَسَنَةً وَّفِى الۡاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

“Jadi ayat ini isinya sebagian orang-orang yang beriman, orang-orang yang percaya kepada Allah, orang-orang yang selalu taat kepada Allah, mereka selalu memanjatkan doa “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka”.
Doa ini sering diucapkan Rosulullah ketika selesai sholat, doa ini sering dipanjatkan Rosulullah ketika selesai sholat tahajud, karena doa ini isinya meminta sesuatu yang sifatnya menyeluruh. Yaitu seluruh permintaan , kebutuhan kita sebagai manusia ada di dalam doa tersebut,” terang Ustadz Agus.

Ia menambahkan bahwa doa memohon kebaikan dunia itu berbagai macam, ada berupa rejeki, kesehatan, keluarga yang tenang dan tentram, anak-anak yang sholeh dan sholekhah, umur panjang, terbebas dari penyakit, itu adalah kebaikan di dunia. Kemudian yang kedua minta kepada Allah adalah agar diberikan kebaikan di akherat. Jadi tidak cukup di dunia saja yang sifat terbatas, tetapi di akherat yang langgeng, yang sudah tidak ada kematian, kita juga memohon kebaikan dari Allah. Untuk permintaan yang ketiga yakni mohon kepada Allah diselamatkan dari adzab neraka, dari siksaan api neraka. Kalau tiga permintaan ini dikabulkan oleh Allah, kehidupan kita akan menjadi sempurna, dunia akan bahagia, akherat pun dijauhkan oleh Allah dari api neraka. Maka para ulama mengatakan bahwa doa ini adalah sapu jagad, sekali menyapu, semua sampah akan hilang.
Dalam menjabarkan doa tersebut para ulama menyusun doa dimana doa ini ada 14 permohonan, yang pertama adalah Allahuma inni as-aluka imanan kamila, Ya Allah sesungguhnya aku minta kepada Mu iman yang sempurna. Ini permintaan yang pertama. Jadi di dalam doa ini kita meminta kepada Allah, diberikan keimanan yang sempurna yang berarti iman yang benar, iman yang tidak kenal musim, terus kita selalu beriman kepada Allah dalam situasi apapun, kita tetap beriman yang sempurna. Untuk yang kedua, wa yaqinan shadiqa, keyakinan yang benar. Tidak kita meyakini sesuatu, dibela mati-matian kemudian yang diyakini salah. Hal ini bukan keyakinan yang benar, tetapi keyakinan yang dusta.
Kalau kita memandang suatu benda, dari jauh kelihatannya biru, tetapi setelah benda itu kita dekati, ternyata warnanya tidak biru. Contohnya ketika kita melihat gunung Muria dari sini, kelihatan indah, biru. Tetapi ketika kita mendekat gunung Muria, ternyata gunung Muria tidak seindah dari jauh. Ternyata ketika dari dekat bentuknya seperti tanah yang merah, kadang pepohonan yang tumbuh tidak merata, jadi tidak seindah ketika dilihat dari jarak jauh. Hal inilah kita harus menjaga jangan sampai iman kita seperti itu, kita diberi pilihan iman yang benar, dari jauh ya indah, dari dekat pun juga enak dilihat. Inilah yang disebut keyakinan yang benar. Kemudian yang ketiga, wa rizqan wasi’a. Kita minta pada Allah agar diberikan rejeki yang luas. Jelas bahwa kita membutuhkan harta, kalau bisa menjadi kaya karena sejak lahir, kita diberi sifat cinta harta. Dalam hadits riwayat Bukhori dijelaskan bahwa apabila anak adam lahir, lalu tumbuh menjadi besar, maka ada dua sifat yang menyertainya yaitu cinta harta dan menginginkan umur yang panjang. Kemudian yang keempat, wa qalban khasyi’a, mohon Allah diberikan hati yang khusyu’. Hati di dalam diri kita digambarkan oleh Rosulullah seperti hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim :

أَلآ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلآ وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah, sungguh di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Jika daging tersebut baik, baiklah seluruh tubuh. Jika rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah kalbu (jantung).” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Untuk yang kelima, wa lisanan zakira, yaitu lisan yang selalu berdzikir, ingat kepada Allah. Bagaiamana lisan kita selalu berdzikir, yaitu dengan cara selalu mengingat Allah, dengan cara yaitu dzikir secara lisan dan didalam hati. Kemudian yang Keenam, wa halalan tayiiba, yakni kita minta pada Allah agar diberi makanan yang halal dan baik. Punya uang banyak diberikan makanan, ternyata karena badan berpenyakit akhirnya tidak boleh makan makanan yang baru dibeli tersebut. Ini berarti halal tapi tidak baik, jadi yang enak itu adalah makan yang halal, bisa di makan dan tidak mempunyai penyakit apa-apa. Hal ini memang yang lebih baik, tetapi kalau kondisi usia yang lansia, mulai ada penyakit lebih baik menjaga makanan dari hal-hal yang tidak baik untuk tubuh. Yang ketujuh, wa taubatan nasuha, yaiut taubat yang sungguh-sungguh. yang disertai dengan permohonan ampun dan berniat tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Dalam akhir kajiannya, Ustadz Agus Arifin bahwa untuk kelanjutan kajian malam, yang belum selesai, insya akan diteruskan minggu depan. “Dengan adanya tujuh doa permohonan ini, semuanya harus introspeksi bahwa kita itu tidak lepas dari dosa, kita sebagai manusia biasa yang lemah. Allah kalau berkehendak mencabut nyawa kita hari ini, atau nanti malam, besok pagi, tanpa dengan rasa sakit pun, Allah akan mudah lakukan. Kalau Allah ingin mencabut kenikmatan yang diberikan, dengan mudah akan Allah lakukan. Jadi tidak ada sesuatu yang tidak mungkin yang akan diambil oleh Allah karena kita itu sudah dibeli oleh Allah baik harta dan jiwa hartanya balasannya adalah syurga. Jadi barang yang sudah dibeli, kapanpun yang mempunyai dapat mengambilnya sewaktu-waktu karena kita adalah milik Allah. Sesungguh kami ini milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali,” tutup Ustadz Agus Arifin.

Kontributor : Muslim

Islamnya Alam Semesta

Islamnya Alam Semesta

 

Penulis : Arief Widodo

 

pdpm.org- Renungkanlah firman Allah swt QS Ali Imran 83:

افغير دين الله يبغون وله اسلم من في السموات والارض طوعا وكرها واليه يرجعون.

Maka mengapa mereka mencari yang selain agama Allah, padahal apa yang ada di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya. Baik dengan sukarela maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan.

Bumi langit bulan bintang tumbuhan hewan semua tunduk kepada Allah swt. Islamnya alam semesta menjadi ayat ayat atau bukti kekuasaan Allah swt, yang hendaknyalah membuat kita semakin merasa malu bahwa kita masih banyak berlaku durhaka, melanggar perintah Allah, sholat kita abaikan, janji masih sering kita langgar, masih saja kita berbuat dholim dan melukai hati terhadap sesama. Padalah Allah swt telah tunjukkan tanda kekuasaan Nya pada diri kita, Subhaanallah.

Kita haruslah sadar bahwa Allah swt kuasa untuk mencipta, mengatur, dan memelihara alam semesta, sedangkan alam bersujud, bertasbih, bertahmid kepada Allah swt. Mari kita renungkan firman Allah swt QS Fushilat ayat 53:

سنريهم ايتنافي الافاق وفي انفسهم حتي يتبين لهم انه الحق اولم يكف بربك انه علي كل شي ء شهيد.

Akan kami tampakkan pada mereka ayat ayat kami dalam setiap ufuq dan bahkan pada diri mereka sendiri sehingga jelas bagi mereka bahwasannya Al Qur’an ini benar, tidakkah cukup bahwa Tuhanmu maha menyaksikan terhadap segala sesuatu.

Manusia menjadi partner alam ini untuk mengabdi kepada Allah swt. Ayat Allah swt ada di sekitar kita atau bahkan pada diri kita sendiri sebagai ibroh pelajaran berdzikir bertafakkur, tumbuh iman dan memperbanyak istighfar kepada Allah swt.

Firman Allah swt QS Ali Imran 190-191:

إ ن في خلق السموا ت والارض واختلا ف الليل والنهار لايات لاولي الا لباب .الذين يذكرون الله قيا ما و قعودا و علي
جنو بهم ويتفكرون في خلق السموات والاوض.ربنا ما خلقت هذا با طلا سبحا نك فقنا عذا ب النار.

Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya siang dan malam adalah tanda tanda kekuasaan Allah bagi orang yang berakal dan hati yang jernih. Yaitu orang orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring sembari bertfakkur tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata Ya Tuhan kami, tidaklah kau ciptakan ini sia sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah diri kami dari adzab neraka.

Jepara, 4 Nopember 2020 M, 19 Rabiul awal 1442 H.

Tepung Mocaf Geliatkan Karya Cipta Unggulan Majelis Ekonomi Aisyiyah Jepara

Tepung Mocaf Geliatkan Karya Cipta Unggulan Majelis Ekonomi Aisyiyah Jepara

pdpmjepara.org- Majelis Ekonomi Pimpinan Daerah Aisyiyah Jepara yang di kenal dengan sebutan MEKDA Jepara, mempunyai produk unggulan yaitu berupa tepung mokaf.

Tepung mocaf merupakan tepung berbahan baku singkong atau ubi kayu yang dimodifikasi dengan teknik fermentasi menggunakan mikrobia. Tepung mocaf memiliki karakteristik yang cukup baik untuk mengurangi mengkonsumsi gandum.

Adalah sosok seorang ibu Aisyiyah bernama Marfuatin beralamatkan di desa Cepogo RT 3 RW 12 Kecamatan Kembang Kab Jepara. Berawal dari pertama kalinya beliau mengenal mocaf dari suatu pelatihan yang diikutinya pada tahun 2013.

Berbekal mengikuti pelatihan di Gunung Kidul Yogyakarta, fasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jepara yang kala itu menginduk pada Kelompok Tani Srikandi desa Cepogo, pada akhirnya memproduksi sendiri, karena antusias dari anggota kelompok tani semakin menurun lantaran berbagai kondisi yang dihadapi.

Tidak kenal lelah untuk terus mensosialisasikan keunggulan tepung mocaf, dengan berharap tepung tersebut dapat dikenal masyarakat sekitarJepara dengan segala keunggulan dan manfaat yang akan didapatkan apabila mengkonsumsi tepung mocaf dijadikan beraneka tajam makanan.

Sekarang setelah bergabung dalam kegiatan aisyiyah, tepung mocaf menjadi lebih dikenal, berkat kegigihannya, memproduksi dan berusaha memasarkan bahkan sampai luar daerah yaitu Bogor dan Depok.

Di tingkat Jawa Tengah permintaan datang dari PDA ( pimpinan daerah Aisyiyah) Rembang dan Pekalongan , namun kendala pengiriman berat di ongkos kirim, saat ini masih mencari solusi, langkah apa yang harus diambil, agar membeli antar warga Aisyiyah tetap berjalan lancar .

Kontributor: Deny Ana I’tikafia

Menengok Kiprah KOKAM Dari Sejarah Kesaktian Pancasila Hingga Wabah Covid -19

Menengok Kiprah KOKAM Dari Sejarah Kesaktian Pancasila Hingga Wabah Covid -19

pdpmjepara.org- Berdirinya KOKAM ( komando kesiapsiagaan angkatan muda Muhammadiyah) secara aklamasi sepenuhnya disahkan K.H.A. Badawi sebagai Ketua PP Muhammadiyah dan komando pertama dari beliau adalah “Mensirnakan Gerakan 30 September / PKI adalah ibadah”. Dengan komando ini seluruh jajaran KOKAM harus melaksanakannya. Selain dari itu konperensi memutuskan: Letnan Kolonel S. Prodjokusumo sebagai Ketua KOKAM seluruh Indonesia disebut sebagai Panglima KOKAM.

Setelah keputusan Konferensi Kilat Muhammadiyah, seluruh kekuatan keluarga besar Muhammadiyah menjelma menjadi KOKAM dan merupakan satu kesatuan organisasi dengan komando KOKAM Pusat bangkit menentang Gerakan 30 September / PKI bersama dengan unsur ABRI.

Kini, hari ini Kamis (1/10/2020) bertepatan dengan 13 Safhar 1442 H ,seluruh bangsa Indonesia memperingatinya sebagai Hari Kesaktian Pancasila masih ditengah pandemi corona, wabah yang belum juga usai, di usiamu yang 55 tahun kiprahmu diharapkan bertambah matang seiring sejalan dengan kiprah Muhammadiyah yang turut andil dalam kegiatan MCCC (Muhammadiyah Covid 19 Command Center) .

Semangatmu tetap harus berkibar dalam ikut berjuang menyuarakan agar bangsa Indonesia segera pulih dari pandemi, Di pundakmu lah para angkatan muda bergabung berjuang dengan harapan besar dalam membawa nama harum persyarikatan.

Penulis : Deny Ana I’tikafia
PDA Jepara

Dinamisasi 10 Karakter Warga Muhammadiyah

Dinamisasi 10 Karakter Warga Muhammadiyah

pdpmjepara.org-Pengajian ahad pagi adalah suatu kegiatan yang sudah menjadi rutinitas di Masjid Taqwa Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, yang familiar dengan sebutan jihad pagi.

Bertempat di serambi masjid tampak Ketua PDM Jepara KH.Fahrurrozi, sudah siap untuk mengisi tausiahnya, Ahad (27/9/2020) bertepatan dengan 9 Safar 1442 H,”Umat islam apabila telah keluar dari rumah dengan niat yang baik, termasuk jihad di jalan Allah SWT sampai sekembalinya ke rumah” terangnya mengawali kajian.

Di penghujung bulan September ini, beliau juga mengingatkan kepada para jamaah,”Perjuangan Muhammadiyah lewat KOKAM turut berperan dalam pemberantasan G 30 PKI, yang perlu dibuka kembali lembaran sejarahnya, untuk semangat kita dalam memperjuangkan persyarikatan,”harapnya.

Dengan semangat jihad fi sabilillah, perlu juga dikaji tentang 10 karakter warga muhammadiyah.

Pertama, warga muhammadiyah harus luwes dalam pergaulan, demi keharmonisan dalam berkomunikasi yag baik.

Kedua, Berwawasan islam berkemajuan, kita perlu mengingat sabda Rasullullah saw tentang Ajari anakmu berenang, memanah dan menunggang kuda, Muhammadiyah sesuai tuntutan jaman, berhasil membentuk Hizbul wathan yaitu sepak bola yang kala itu sudah menjadi salah satu jenis olah raga favorit di Indonesia

Ketiga: Warga Muhammadiyah harus ikhlas, dengan harapan dalam memimpin tidak karena mencalonkan diri, tetapi kalau dicalonkan harus mau.

Keempat: Warga Muhammadiyah harus cerdas, tidak boleh taqlid buta,apa kata kiyai/ustadz dianggap mesti benar, sesuai dengan Q.S Ali Imron tentang ulil albab.

Kelima:warga muhammadiyah menjadi warga yang moderat, yaitu mengambil jalan tengah, tidak ekstrim kanan maupun ekstrim kiri.

Ke enam:Harus beretos kerja yang tinggi dan disiplim sesuai Q.S.Al Qashas ayat 77 bahwa suksesnya seseorang yaitu orang yang bisa masuk syurga.

Ketujuh, yaitu Gemar beramal, dengan bukti warga muhammadiyah senang dengan dinamisasi, demi kemajuan persyarikatan.

Ke delapan, Berjiwa Al Ma’un , sebagai bukti adalah gemar memelihara anak yatim, miskin dan dhu’afa.

Kesembilan:Bersifat adil dan memuliakan. Menjadi manusia tidak boleh merasa paling sempurna,Siapapun tidak boleh disepelekan, semua bermanfaat bagi sesama.

Kesepuluh harus mau berorganisasi bahwa tipe warga muhammadiyah sesuai Al Maidah, suka tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan.

Acara ditutup dengan beberapa pengumuman antara lain tentang pembelian tanah bekas planet toys yang direncanakan dalam waktu dekat akan dibangun untuk kegiatan pergerakan persyarikatan.

Kontributor: Deny Ana I’tikafia.

Pemenuhan Hak Lansia, Berdayakan Dengan Bercocok Tanam Di Masa Pandemi,

Pemenuhan Hak Lansia, Berdayakan Dengan Bercocok Tanam Di Masa Pandemi,

pdpmjepara.org- Lanjut Usia yang mengalami keterlantaran sosial menjadi perhatian khusus, manakala terjadi bencana seperti wabah pandemi corona yang belum juga usai ini menjadi perhatian, maka dari itu mengharap kepada para pendamping lanjut usia tidak hanya mendampingi lansianya saja, namun memberikan edukasi kepada keluarga lanjut usia yang didampingi. Lanjut Usia tidak hanya sebagai objek semata, namun diperankan sebagai subjek agar lanjut usia tersebut merasa dihargai, dihormati serta diberdayakan.

Indonesia menerapkan dalam undang-undang 13 tahun 1998 bahwa yang dapat dikatakan lanjut usia yaitu usia 60 tahun keatas maka dari itu sasaran lanjut usia dalam perlindungan khusus berusia 60 tahun ke atas, miskin dan mengalami kondisi darurat.

Adapun tujuan dari pendampingan lansia dalam perlindungan khusus yaitu pemenuhan hak kepada lanjut usia, Aksesibilitas kepada lanjut usia dan melindungi lanjut usia yang memiliki resiko sosial.

Sosok seorang ibu aktifis pada PCA Tahunan Jepara maupun PDA, beliau adalah Hj Turiyati, anggota LLHPB PDA Jepara beralamat di Jl Raya Jepara Kudus Km 3 Nomor:12 Senenan Jepara meskipun sudah lanjut usia namun semangat juangnya luar biasa. Ditengah pandemi beberapa bulan ini mengisi waktu luangnya dengan bercocok tanam di belakang rumahnya, tentu saja di damping oleh keluarganya,

Dalam mengisi kesibukannya di tengah pandemi,”Lahan pekarangan ditanami berbagai macam tanaman baik sayurmayur, buah maupun tanaman obat, daun kelor, binahong, belimbing wuluh, serai, pandan wangi, pepaya, pisang dan masih banyak lagi,” terangnya

Tidak ketinggalan pula, pengeringan daun kelor, “Untuk pengganti teh celup, daun kelor dipetik kemudian diangin anginkan sampai kering,dibagikan kepada siapapun yang membutuhkan, silakan mampir ke rumah,” harapnya.

Kegiatan ini bergayung bersambut menindaklanjuti himbauan dari poskor MCCC wilayah Jateng bahwa setiap daerah harus membentuk gugus tugas keluarga tangguh covid (katavid) , sehingga semua praktik baik yang dilakukan oleh ibu-ibu aisyiyah terwadahi.

Kontributor : Deny Ana I’tikafia

SMK Muhammadiyah Keling Bagikan Kuota Gratis Untuk Hadapi UTS Daring

SMK Muhammadiyah Keling Bagikan Kuota Gratis Untuk Hadapi UTS Daring

pdpmjepara.org-Pendidikan Dasar dan menengah Cabang Keling selaraskan kebutuhan siswa dalam rangka Ulangan Tengah Semester(UTS) di saat pandemi.

Kepala SMK Muhammadiyah Keling Rahmad Taufiq Isnaini menyampaikan berita terkait kegiatan belajar dan mengajar (KBM ) dalam masa pandemi menggunakan belajar daring sudah beberapa bulan lalu. Untuk itu kita perlu menambah kebutuhan dan anggaran siswa terutama kuota/paketan.

” Sebelum UTS dilaksanakan 2 hari menjelang UTS daring diberikan kuota gratis kepada siswa dengan kriteria siswa yang tidak mempunyai PIP. Syarat bisa menerima kuota gratis ini dengan mengirimkan nomer dan jenis kartu.
Meskipun kreteria anak yang sudah mendapatkan PIP tidak bisa, maka pihak sekolah mengupayakan sehingga bisa terima kuota juga seperti siswa lainnya” ujar Rahmad.

” Karena waktu dan komunikasi kepada siswa yang terkadang terhambat sinyal di desa masing-masing maka siswa diharap datang ke sekolah dengan standar protokol kesehatan dengan menerpakan 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Pembagian kartu/kuota dilaksankaan sabtu 12 /9/2020 M, 23 Muharram 1442 H.
Dengan durasi waktu yang berbeda yaitu kelas X mulai pukul 08.00-09.00WIB,kemudian kelas Xl pukul 09.00-10.00 begitu juga pukul 10.00-11.00 diberikanya untuk kelas Xll serta pengambilan dokumentasi. UTS berlangsung mulai Senin, 14-19 september 2020 dengan jadwal 3 Mata pelajaran (Mapel)setiap harinya dengan jeda waktu 30 menit istirahat,mulai pukul 07.30 -11.30WIB.

Kontributor – Kusnitah