🍃Say No to Mirasantika🍃

🍃Say No to Mirasantika🍃

 

 

pdpmjepara.org –  Istilah mirasantika digaungkan dalam lirik lagu H.Rhoma Irama pada sekitar tahun 1997 an…
Mirasantika…minuman keras dan narkotika adalah sesuatu yang bisa memabukkan seseorang…
Dalam ajaran agama manapun termasuk ajaran islam,minuman keras hukum nya haram..

Umar bin Khattab RA menerangkan: al-khamru ma khamaral-‘aqla. Artinya, “khamar ialah segala sesuatu yang merusak akal” (HR Bukhari Muslim). Ibnu Umar menerangkan pula, bahwa Nabi SAW bersabda, kullu muskirin khamrun, wa kullu muskirin haramun. Artinya “tiap-tiap yang memabukan adalah khamar, dan tiap-tiap yang memabukkan adalah haram” (HR Bukhari Muslim).

Larangan minum khamr diturunkan secara bertahap. Karena minuman ini sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging sejak zaman jahiliyah.
Khamr dalam Islam adalah minuman yang haram berdasarkan Al-qur’an, As-Sunah dan Ijma’. Hadits tentang khamr dan judi tertuang dalam surah Al-Baqarah ayat 219, Allah SWT berfirman:

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: “pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (QS. Al-Baqarah: 219).

Abdullah bin Umar berkata: “Rasulullah Saw bersabda: ‘Siapa yang minum khamr di dunia kemudian tidak bertobat darinya, maka tidak akan diberi (minuman itu) di akhirat.'” (Dikeluarkan oleh Bukhari pada Kitab ke-74, Kitab Minuman bab ke-1, bab firman Allah: “Khamr, judi, menyembelih untuk berhala dan mengundi nasib dengan anak panah itu adalah perbuatan keji.”)

Hadits larangan minum khamr juga diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwa Rasulullah Saw bersabda,

“Khamr itu telah dilaknat dzatnya, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, orang yang menjualnya, orang yang membelinya, orang yang memerasnya, orang yang meminta untuk diperaskan, orang yang membawanya, orang yang meminta untuk dibawakan dan orang yang memakan harganya.” (Diriwayatkan oleh Ahmad (2/25,71)

Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanam Modal. Presiden meneken peraturan tersebut pada 2 Februari 2021. Di dalam lampiran ketiga nomor urut 31 tercantum industri minuman keras atau miras mengandung alkohol khusus di Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua.

“Untuk penanaman modal baru industri minuman keras mengandung alkohol dapat dilakukan di Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat,” demikian tertulis dalam lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021. Apabila penanaman modal berlangsung di luar daerah tersebut, maka harus mendapat penetapan dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM berdasarkan usulan gubernur.

Peraturan presiden ini menjadi buah simalakama bagi bangsa dan negara…Rakyat Indonesia yang mayoritas beragama islam menjadi geram atas keluarnya peraturan presiden tersebut..akankah dengan peraturan tersebut akan mendatangkan murka Allah?…Allaahu a’lam bisshowab..
—————

 

Imanullah Noor Amala
_______________
Bangsri dingin
Senin,1/3/2021 M/  17 Rajab 1442 H

Geliat Kalinyamatan

Geliat Kalinyamatan

 

pdpmjepara.org- Teringat cerita sebelum pisah dengan kecamatan Pecangaan, kecamatan Kalinyamatan konon kabarnya bernama Kalinyamat. Kriyan dan sekitarnya memang sebagai titik berkembangnya kerajaan Ratu Kalinyamat yang sebagian besar mengakui kepiawaian di medan juang. Entah mengapa dan apa sebab kok tidak menyebutnya kecamatan Kalinyamat.

Sampai saat ini Muhammadiyah Kalinyamatan terus bergerak dan bergeliat, barangkali terinspirasi mobilitas ratu Kalinyamat yang sangat fenomenal. Bahkan menjadi simbol Jepara. Makanya, Pantas saja kini Kalinyamatan terus menerus berbenah dan berubah menjadi bagian dari komunitas berkemajuan dan berkeunggulan.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kalinyamatan saat ini pun demikian. Potensi Kalinyamatan terus dipompa,_ menjadi pemantik bagi PCM lain agar tersuntik gairah dan semangat untuk menggerakkan persyarikatan.

Secara pribadi saya ikut bangga dan senang menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah Kalinyamatan. SD Muhammadiyah Kriyan menjadi permulaan, titik awal gerakan persyarikatan Muhammadiyah Kalinyamatan, seiring dengan perkembangan sdmuhkriyan.sch.id, dan saat ini SMP Muhammadiyah 5 Kalinyamatan, yang sudah tenar dengan sebutan SMP Muliya juga tidak ketinggalan dalam perkembangannya terkini.

Seakan terlahir kembali, SMP Muliya terus bergerak, dengan penampilan semakin apik, cantik dan menarik. Gedungnya dan fasilitas lain menjadi pembeda dengan SMP Muliya 2 tahun yang lalu. Pimpinan baru memberi pengaruh besar dalam mengemudi gerbong dengan mesin yang seakan tidak sekedar dinaikkan ( turn up), namun lebih dari itu. Sehingga terasa marwah gerakan SMP Muliya menjadikan PCM Kalinyamatan seakan makin fenomenal.

Demikian juga dengan program Muhammadiyah Boarding School program tergress SMP Muliya yang peekembanganmya makin menggembirakan memberikan kekuatan bagi SMP Muliya. Harapannya MBS SMP Muliya terekrut kader persyarikatan masa depan dengan faqih dalam agama, berkarakter mulia, melek teknologi dan seni, serta cerdas dalam berkomunikasi.

Berikutnya adalah dakwah _bis-syiar_ yaitu Surya Mart. Sebagai ikhtiar mewujudkan muhammadiyah memproyeksikan ke depan dengan kemandirian ekonomi, yang soft openingnya insha Allah besuk pagi, Ahad, 31 Januari 2021 M, 17 Jumadil akhir 1442 H.

Semoga geliat Kalinyamatan, benar-benar menjadi simbol mujahadah, bahwa muhammadiyah Kalinyamatan terus meninggalkan tapak sejarah, melintasi zaman, dan kita semuanya lah pelaku amanahnya.

اللهم يسر لنا يسر امورنا أمور الدنيا والآخرة. امين يا الله يا مجيب السائلين.

*Akhmad Faozan*
30 Januari 2021 M

16 Jumadil akhir 1442 H

Pandemi Belum Berakhir, Program Katavid Harus Tetap Dilestarikan

Pandemi Belum Berakhir, Program Katavid Harus Tetap Dilestarikan

 

pdpmjepara.org- Pandemi belum berakhir, segala upaya telah diikhtiarkan oleh persyarikatan muhammadiyah, dari mulai membentuk kepengurusan poskor dan posyan di seluruh penjuru tanah air tergabung dalam MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center), telah banyak berupaya ikhtiar agar semua sehat dan selamat.

Turut menyemarakkan pula kegiatan ibu-ibu aisyiyah berperan aktif dalam aksi kegiatan KATAVID (Keluarga Tangguh Menghadapi Covid) yang diprakarsai oleh LLHPB PWA Jateng di bidang kemasyarakatan.Dari awal Maret sampai April 2020.

Tujuh kegiatan yang menjadi prioritas, kala itu yaitu :
1. Gerakan Penggalangan Shodaqoh
2. Gerakan Pembuatan Warung Hidup
3. Gerakan Sosialisasi dan Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat
4. Gerakan Pembuatan Masker Kain
5. Gerakan Penguatan Ketahanan Ekonomi Keluarga
6. Gerakan Cepat Tanggap Covid-19
7. Gerakan Dakwah Digital Perempuan Islam Berkemajuan

Mencermati himbauan dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bapak Haidar Nasir, dalam membuka lembaran baru di awal tahun 2021 ini, Mulailah dari diri sendiri. Ibda binafsika. Bila setiap warga bangsa memiliki kesadaran tinggi untuk taat protokol kesehatan, berdisiplin murni, menahan diri, dan seksama maka sangat besar pengaruhnya untuk mencegah pandemi dan meringankan beban sesama. Sebaliknya jika masih abai dan bersikap semaunya berarti menambah beban dan membuka ruang penularan.

Kenapa tidak berusaha berbagi kebaikan yang memberi solusi hadapi pandemi untuk kebaikan seluruh negeri? Ikutilah pesan luhur Nabi Muhammad, yang artinya “Allah senantiasa melindungi seorang hamba selama hamba itu melindungi saudaranya” (HR Muslim dari Abu Hurairah). Siapa yang tidak ingin dilindungi Allah Yang Maha Kasih dan Maha Penyayang?

Marilah ibu-ibu aisyiyah, di tanganmulah nasib bangsa, pandemi belum berakhir, 7 gerakan yang pernah dilaksanakan di seluruh Pimpinan Daerah Aisyiyah se Jawa Tengah, tetap dijalankan secara mandiri, siapa lagi kalau tidak kita yang memulai.

Dengan mengajak semua majelis dan lembaga juga semua ortom baik di tingkat daerah sampai ranting, kegiatan ini disengkuyung bersama, insyaallah terasa ringan dalam melaksanakannya.

Fastabiqul kairat
Salam tangguh
Salam Kemanusiaan
Aisyiyah siap untuk selamat.

 

Penulis : Deny Ana I’tikafia
Ketua Divisi Lingkungan Hidup
LLHPB PWA Jateng

Ngaji Bareng Kamis Malam Jumat

Ngaji Bareng Kamis Malam Jumat

 

pdpmjepara.org- Tema : REZEKI*

*Oleh : Ustadz Darwita*
*Kamis, 24 Desember 2020/9 Jumadil Awal 2020 H*

Tahunan, Info_Al-Istiqomah : Kajian rutin dalam rangka “Ngaji Bareng” seminggu sekali setiap hari Kamis Malam Jumat menghadirkan penyaji tausiyah yakni Ustadz Darwita, Kamis (24 Desember 2020 M/9 Jumadil Awal 1442 H). Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Istiqomah ini yang mengusung tema “REZEKI”, dihadiri Ketua Takmir Masjid Al-Istiqomah beserta pengurus lainnya dan para jamaah yang selalu turut hadir ikut meramaikan, tidak ketinggalan pula para generasi mudanya yang juga sangat antusias mengikutinya.

Dalam awal kajiannya, dengan mengusung tema “Rezeki”, Ustadz Darwita mengingatkan para jamaah untuk selalu memanjatkan syukur kehadirat Allah atas segala nikmat yg diberikan oleh Allah. “Semoga Allah memberi kekuatan, kesempatan untuk melangkahkan kaki kita ke majelis yang penuh berkah kali ini walaupun banyak sekali diantara manusia yang sangat sedikit mensyukuri nikmat begitu banyak yang diberikan Allah, SWT., sampai Allah, SWT. mengingatkan kepada kita sekalian dalam Surat Al-Mulk ayat 23” pesan Ustadz Darwita.

Ustadz Darwita mengutip ayat Al-Quran Surat Al Mulk ayat 23, bahwa Allah berfirman :

قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

Katakanlah: “Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. (QS. Al-Mulk:23).

Ia menambahkan bahwa apa yang difirmankan Allah, SWT. tersebut itu hanya sebagian nikmat yang menempel yang ada dalam tubuh kita, pendengaran, penglihatan dan hati. Masih banyak nikmat-nikmat lain yang diberikan oleh Allah, SWT. kepada kita semua.”Mudah-mudahan kita ditetapkan oleh Allah, SWT. menjadi hamba-hamba-Nya yang suka bersyukur,” harap Ustdaz Darwita.

Lebih lanjut Ustadz Darwita menjelaskan bahwa rezeki sangat melekat dengan kehidupan kita dan setiap orang memiliki pemahaman sendiri-sendiri tentang hal rezeki. Untuk itulah kita harus menyadari bahwa rezeki yang diberikan oleh Allah, SWT. kepada kita tidak hanya meliputi rezeki yang berupa materi, harta, uang atau materi yang lain. Akan tetapi rezeki sangatlah luas, kesehatan, anak yang sholeh, istri yang sholekhah, suami yang sholeh, tetangga yang baik, saudara yang baik, itu juga merupakan rezeki dari Allah, SWT. “Dan Allah, SWT.yang menghendaki apapun yang terjadi pada diri makhluk-Nya, siapakah yang akan disempitkan rezekinya atau siapakah yang akan dilapangkan rezekinya. Hal ini sudah diingatkan oleh Allah, SWT. dalam Al-qur’an surat Ar-Ra’d ayat 26,” jelas Ustadz Darwita.

Allah, SWT. berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 26 :

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ
Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).

Apalagi dalam sebuah hadist Rosulullah, SAW disebutkan bahwa masalah rezeki, jodoh, umur, kematian, masalah baik dan buruknya seseorang, masalah apa yg ada dalam rahim, itu sudah ditentukan oleh Allah, SWT. Maka perintah Allah, SWT. pertama kali menciptakan pena adalah Allah, SWT. menyampaikan kepada pena tersebut “Tulislah wahai pena”, lalu pena bertanya, apa yang aku tulis ya Allah? Kemudian pena menjawab, bahwa ketika calon manusia yang ada dalam rahim ibu, berumur 4 bulan, atau 120 hari, maka ketika ditiup ruh padanya, maka tulislah tentang rezeki, kematian, jodoh, sengsara atau bahagia seseorang. Ini adalah perintah pertama pada pena yang sudah tertulis dalam Lauhul Mahfuds. Kalau sudah seperti itu, kita tidak terlalu berat untuk memikirkan rezeki karena semua sudah diurus oleh Allah, SWT. Kita diperintahkan untuk berusaha atau berikhtiar untuk mencari rezeki tersebut karena kita belum tahu takdir kita. Jalannya rezeki yang diberikan oleh Allah, SWT. kepada kita, ada berbagai cara. Rezeki ini tidak seperti apa yang kita bayangkan. Hal ini berdasarkan sebuah hadist riwayat Tirmdzi :

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ اكْتُبْ. فَقَالَ مَا أَكْتُبُ قَالَ اكْتُبِ الْقَدَرَ مَا كَانَ وَمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى الأَبَدِ

“Sesungguhnya awal yang Allah ciptakan (setelah ‘arsy, air dan angin) adalah qalam (pena), kemudian Allah berfirman, “Tulislah”. Pena berkata, “Apa yang harus aku tulis”. Allah berfirman, “Tulislah takdir berbagai kejadian dan yang terjadi selamanya.” (HR. Tirmidzi no. 2155. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Allah mempunyai cara sendiri untuk memberikan rezeki kepada seseorang. Ada empat tingkatkan yaitu :
1. Dijamin oleh Allah
Setiap manusia yang terlahir ke dunia memiliki rezekinya masing-masing. Bahkan dalam surah Hud ayat 6 dikatakan bahwa Allah menjamin rezeki bagi setiap makhluknya. Sebagaimana firman-Nya :

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

“Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya” (Q.S. Huud: 6)

2. Rezeki Karena Usaha
Allah akan memberikan rezeki bagi hamba-Nya sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Sehingga bila ia bersungguh-sungguh dan bekerja keras, maka rezeki yang di dapatkannya pun akan sesuai dengan hasil usahanya tersebut. Bila ia malas-malasan, maka rezekinya pun akan malas-malas untuk mendatanginya. Sebagaimana firman Allah dalam surah an-Najm ayat 59

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya” (Q.S. An Najm ayat 39)

3. Rezeki karena bersyukur
Seseorang yang senantiasa mensyukuri setiap nikmat yang Allah berikan, maka Allah pun akan menambahkan rezekinya. Begitu pula sebaliknya, bila ia tidak mampu atau tidak bisa bersyukur, maka Allah Ta’ala akan memberikan azab yang berat untuknya di akhirat kelak.
Sebagaimana dijelaskan dalam surah Ibrahim ayat 7, Allah berfirman :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Demikianlah janji Allah kepada hamba-Nya. Sehingga orang yang pandai bersyukur tentunya akan merasa hidupnya lebih bahagia, sejahtera dan tentram. Bahkan dalam setiap usahanya, Allah akan memudahkannya sehingga bisa memperoleh rezeki yang lebih dari sebelumnya.

4. Rezeki yang diberikan kepada orang yang beriman dan bertakwa
Bagi orang-orang yang beriman, Allah akan memberikan rezeki bagi dirinya dari arah yang tidak terduga. Kemudian bagi orang-orang yang bertakwa, maka Allah akan mencukupkan keperluannya.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Ath-Thalaq ayat 2-3

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاوَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.

Dalam akhir tausiyahnya Ustadz Darwita berharap semoga kita menjadi orang yang kuat sehingga kita bisa beribadah kepada Allah, SWT. dengan baik dan saudara-saudara kita yang sedang sakit, segera diberikan kesembuhan oleh Allah, SWT. Amin.

  1. Kontributor : Muslim
Meneropong Semangat Kader Aisyiyah Dalam Menghijaukan Bumi

Meneropong Semangat Kader Aisyiyah Dalam Menghijaukan Bumi

 

pdpmjepara.org – Mengkader sangat perlu ditumbuhkan pada jiwa insani dalam persyarikatan muhammadiyah, juga dalam ber aisyiyah. Hari ini sabtu, 28 November 2020 M yang bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1442 H adalah hari menanam pohon Indonesia. Semua majelis, lembaga dan ortom dalam persyarikatan muhammadiyah diharapkan saling mendukung dalam kegiatan tersebut.

Banyak hikmah yang kita petik dalam kegiatan kali ini, yaitu menanam pohon itu ibarat memelihara bayi, agar tumbuh sampai dewasa.Tidak hanya bergembira dalam menanam namun merawatnya hingga menjadi pohon dan bermanfaat bagi alam sekitar.

Begitu pula pada pengkaderan dalam persyarikatan, perlu jiwa besar yang mampu mengkader agar persyarikatan muhammadiyah lebih maju dan berkualitas dalam mengaktualisasikan diri, mengejar ketertinggalan dan menjadi insan yang berkemajuan dan berperadaban.

Belajar dari semangat Muhammadiyah yang bisa kita lihat dalam ucapan KH Dahlan sebagai berikut: “Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mempergunakan akal fikirannya, untuk memikir, bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Apakah perlunya? Hidup di dunia harus mengerjakan apa? Dan mencari apa? Dan apa yang dituju?. Manusia harus mempergunakan fikirannya untuk mengoreksi soal I’tikad dan kepercayaanya, tujuan hidup dan tingkah-lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Karena kalau hidup di dunia hanya sekali ini sampai sesat, akibatnya akan celaka dan sengsara selama-lamanya.

Selamat Hari Menanam Pohon Indonesia
Tetap semangat, patuhi protokol kesehatan
Pandemi belum berakhir
Salam Tangguh
Salam Kemanusiaan
Aisyiyah siap untuk selamat.

Penulis Deny Ana I’tikafia

Sensus Warga Muhammadiyah Jepara, Bisakah?

Sensus Warga Muhammadiyah Jepara, Bisakah?

pdpmjepara.org – Beberapa hari yang lalu mungkin menjadi sebuah momentum yang penuh hikmah. Tatkala kami para pemuda muhammadiyah yang sedang mengadakan penjurian lomba, terlibat diskusi banyak hal dengan ayahanda PDM. Tepatnya di lomba Penulisan Sejarah. Penjurian yang memang membutuhkan waktu membuat ketiga dewan juri dan koordinator lomba sepakat untuk memperpanjang durasi penilaian. Hal ini didukung karena tempat tidak mendukung konsentrasi para juri karena disebelah ruangan ada penjurian tilawah yang video nya mempunyai suara yang cukup kencang.

Akan tetapi terlepas dari itu, kami ( saya dan mas azam ) diajak untuk berdiskusi tentang tema yang cukup penting oleh Bapak sholeh dan pak eko. Karena banyak hal kita diskusikan untuk kali ini saya akan ambil salah satunya saja, yaitu tentang “sensus warga muhammadiyah jepara”.

Bagi saya sendiri hal tersebut masih asing, kecuali sensus yang dibuat oleh negara. Tentu sudah menjadi rahasia umum. Akan tetapi sensus warga muhammadiyah? Ha ? Apa bisa ?. Sesuatu yang ketika pertama kali saya mendengar bisa dilakukan tapi butuh kekuatan banyak pihak.

Bukan tanpa sebab, kalimat dan topik pembahasan tersebut muncul dari ayahanda PDM. Beberapa alasan menjadi latar belakangnya. Diantaranya adalah kejelasan warga muhammadiyah jepara ini berapa ? Warga muhammadiyah banyak berprofesi sebagai apa? Sudahkah warga muhammadiyah terkelola dengan baik ? Berapa jumlah kita ketika kita sedang menghadapi situasi politik ? Dan peran apa yang bisa kita lakukan dengan jumlah warga yang kita punya sebagai kekuatan ekonomi ?

Pertanyaan -pertanyaan tersebut hanyalah beberapa yang diutarakan oleh ayahanda dan yang sempat saya pikirkan juga. Yang menjadi rahasia umum, mungkin jumlah warga muhammadiyah di Jepara tidak terlalu banyak dengan ormas sebelah. Akan tetapi bagaimana ketika warga yang sudah disensus ini dikelola dan dimaksimal potensinya? Tentu banyak hal yang bisa kita capai. Diantaranya, mempunyai basis massa yang jelas. Muhammadiyah jepara akan mengetahui latar belakang warganya sehingga bisa saling sinergi dalam berdakwah di berbagai sektor. Muhamamdiyah jepara bisa membuat sistem yang bisa jadi bahan pertimbangan tentang kekuatan ekonomi. Dan masih banyak lagi yang mungkin belum sempat saya pikirkan.

Memang saya sadari sendiri, sensus warga tidak semudah yang diucapkan. Butuh konsep yang matang dan tenaga yang ekstra dari berbagai pihak untuk mensukseskan sensus ini. Apalagi jika sudah ada komitmen bersama disetiap lini dan elemen menyatukan visi untuk perkembangan muhammadiyah jepara lebih baik lagi. Salah satunya melalui gerakan sensus warga muhammadiyah.

Dalam tataran konsep, maka akan ada sedikit pertanyaan, siapa yang disebut warga muhammadiyah? Apakah seseorang yang ke masjid muhammadiyah ketika jamaah? Atau yang mempunyai Nomor Baku Muhammadiyah? Atau seperti apa?. Maka dalam tataran konsep ini akan tersusun sebuah formulir untuk mendata warga muhammadiyah. Lanjut lagi, konsep juga harus menyelesaikan tentang strategi gerakan. Kita akan menyensus warga dengan cara apa? Siapa yang melakukan ? Bagaimana caranya ? Dan capaian keberhasilannya seperti apa ?. Selanjutnya pula ketika sudah melakukan sensus perlu dipikirkan, siapa yang akan mengolah data? Menjadikannya sebuah infografis yang mudah dibaca dan dihadirkan ke khalayak ramai. Tidak hanya itu, setelah punya data perlu dipikirkan untuk apa data yang sudah ada.

Sehingga dalam tataran konsep memang benar-benar matang dan tinggal eksekusi. Mungkin bisa menggerakan PCM dan PRM, atau menggerakkan AMM.

Maka, ketika beberapa waktu yang lalu saya sempat menemukan sebuah bingkai foto di Facebook, yang bertuliskan “ayo sukseskan sensus warga NU”. Pertanyaannya kembali kepada kita semua, bisakah dan beranikah kita melangkah ke tahap itu demi perkembangan dakwah muhamamdiyah di masa depan.

 

Penulis:  Roynaldy Saputro

Ketua PD Muhammadiyah Jepara : 108 Tahun Muhammadiyah, Mari Kita Tingkatkan Pengkaderan Dan Gerakan Sosial Keagamaan

Ketua PD Muhammadiyah Jepara : 108 Tahun Muhammadiyah, Mari Kita Tingkatkan Pengkaderan Dan Gerakan Sosial Keagamaan

pdpmjepara.org- Muhammadiyah genap sudah berusia 108, usia yang lebih dari satu abad dan juga lebih tua dari usia republik Indonesia. Di usia yang semakin naik dan era masa kini tantangan dakwah semakin tinggi.

Bagi ketua pimpinan daerah Muhammadiyah ( PDM) Jepara , KH Fachrurrozi milad Muhammadiyah yang ke 108 adalah usia dimana Muhammadiyah harus semakin meningkat dalam syiar. Kamis 19/11/2020 M, 3 Rabiul akhir 1442 H.

Ketua PDM yang tinggal di desa Surodadi Kedung Jepara ini mengatakan “di usia yang ke 108, Muhammadiyah  Jepara mempunyai target ke depan membuat kantor bersama PDM PDA dan Ortom. Meningkatkan mutu Lembaga Pendidikan yang di miliki Muhammadiyah . Menggerakkan lembaga-lembaga yang ada . Membuat Profil Muhammadiyah di setiap PCM Juga PDM sendiri. Mulai sejarah berdirinya sampai perkembangannya sampai sekarang”.

Selain dari target kedepan ketua PDM Jepara juga berharap kedepan sesuai dengan tema milad ” keteguhan dalam beragama artinya jamaah Muhammadiyah harus lebih giat dalam pendalaman ilmu agama yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah.

” Kami berharap untuk menggiatkan pengajian, kaderisasi yang berkesinambungan. Lebih menekankan setresing sebagai gerakan sosial keagamaan dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi umat” pungkasnya.

Tentu harapan ini bisa diwujudkan oleh PD Muhammadiyah Jepara. Karena bertepatan dengan milad Muhammadiyah ke-108, ketua PD Muhammadiyah Jepara melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung PCM Mayong.

14 Permohonan Kesempurnaan Keyakinan

14 Permohonan Kesempurnaan Keyakinan

 

pdpmjepara.org- INFO_Al-Istiqomah : Masjdi Al-Istiqomah kali ini melaksanakan kajian rutin ke Islaman yang dilaksanakan setiap seminggu sekali yakni setiap malam Jumat usai sholat magrib berjamaah, Kamis ( 5 Nopember 2020). Kegiatan yang di isi oleh Ustadz Agus Arifin sekaligus sebagai imam sholat Isya’ dengan mengusung tema “14 Permohonan Kesempurnaan Keyakinan “.

Dalam mukaddimah awal pengajiannya, Ustadz Agus Arifin mengajak para jamaah untuk mengucapkan rasa syukur kepada Allah, SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.. “Alhamdulillah malam hari ini kita bisa hadir, bisa kumpul, bisa bersilaturrohim dalam rangka pengajian. Sudah sepantasnyalah kita selalu memanjatkan puji syukur kepada Allah, SWT. atas segala nikmat yang diberikan kepada kita. Semoga apa yang kita lakukan ini selalu bermanfaat bagi kita semua, lebih-lebih kita harapkan dapat meningkatkan keimanan dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah, SWT. Sholawat dan salam kita haturkan kepada Nabi junjungan kita Nabi Muhammad, SAW. Yg telah membimbing, mengarahkan kita ke jalan yg lurus, semoga apapun yang kita kerjakan selama ini, semog selalu mengikuti sunah Rosulullah, SAW.,” tutur Ustadz Agus Arifin.

Dalam awal kajiannya Ustadz Agus Arifin mengutip firman Allah dalam surat Al-Baqaroh ayat 201 bahwa Allah berfirman :

وَمِنۡهُمۡ مَّنۡ يَّقُوۡلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنۡيَا حَسَنَةً وَّفِى الۡاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

“Jadi ayat ini isinya sebagian orang-orang yang beriman, orang-orang yang percaya kepada Allah, orang-orang yang selalu taat kepada Allah, mereka selalu memanjatkan doa “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka”.
Doa ini sering diucapkan Rosulullah ketika selesai sholat, doa ini sering dipanjatkan Rosulullah ketika selesai sholat tahajud, karena doa ini isinya meminta sesuatu yang sifatnya menyeluruh. Yaitu seluruh permintaan , kebutuhan kita sebagai manusia ada di dalam doa tersebut,” terang Ustadz Agus.

Ia menambahkan bahwa doa memohon kebaikan dunia itu berbagai macam, ada berupa rejeki, kesehatan, keluarga yang tenang dan tentram, anak-anak yang sholeh dan sholekhah, umur panjang, terbebas dari penyakit, itu adalah kebaikan di dunia. Kemudian yang kedua minta kepada Allah adalah agar diberikan kebaikan di akherat. Jadi tidak cukup di dunia saja yang sifat terbatas, tetapi di akherat yang langgeng, yang sudah tidak ada kematian, kita juga memohon kebaikan dari Allah. Untuk permintaan yang ketiga yakni mohon kepada Allah diselamatkan dari adzab neraka, dari siksaan api neraka. Kalau tiga permintaan ini dikabulkan oleh Allah, kehidupan kita akan menjadi sempurna, dunia akan bahagia, akherat pun dijauhkan oleh Allah dari api neraka. Maka para ulama mengatakan bahwa doa ini adalah sapu jagad, sekali menyapu, semua sampah akan hilang.
Dalam menjabarkan doa tersebut para ulama menyusun doa dimana doa ini ada 14 permohonan, yang pertama adalah Allahuma inni as-aluka imanan kamila, Ya Allah sesungguhnya aku minta kepada Mu iman yang sempurna. Ini permintaan yang pertama. Jadi di dalam doa ini kita meminta kepada Allah, diberikan keimanan yang sempurna yang berarti iman yang benar, iman yang tidak kenal musim, terus kita selalu beriman kepada Allah dalam situasi apapun, kita tetap beriman yang sempurna. Untuk yang kedua, wa yaqinan shadiqa, keyakinan yang benar. Tidak kita meyakini sesuatu, dibela mati-matian kemudian yang diyakini salah. Hal ini bukan keyakinan yang benar, tetapi keyakinan yang dusta.
Kalau kita memandang suatu benda, dari jauh kelihatannya biru, tetapi setelah benda itu kita dekati, ternyata warnanya tidak biru. Contohnya ketika kita melihat gunung Muria dari sini, kelihatan indah, biru. Tetapi ketika kita mendekat gunung Muria, ternyata gunung Muria tidak seindah dari jauh. Ternyata ketika dari dekat bentuknya seperti tanah yang merah, kadang pepohonan yang tumbuh tidak merata, jadi tidak seindah ketika dilihat dari jarak jauh. Hal inilah kita harus menjaga jangan sampai iman kita seperti itu, kita diberi pilihan iman yang benar, dari jauh ya indah, dari dekat pun juga enak dilihat. Inilah yang disebut keyakinan yang benar. Kemudian yang ketiga, wa rizqan wasi’a. Kita minta pada Allah agar diberikan rejeki yang luas. Jelas bahwa kita membutuhkan harta, kalau bisa menjadi kaya karena sejak lahir, kita diberi sifat cinta harta. Dalam hadits riwayat Bukhori dijelaskan bahwa apabila anak adam lahir, lalu tumbuh menjadi besar, maka ada dua sifat yang menyertainya yaitu cinta harta dan menginginkan umur yang panjang. Kemudian yang keempat, wa qalban khasyi’a, mohon Allah diberikan hati yang khusyu’. Hati di dalam diri kita digambarkan oleh Rosulullah seperti hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim :

أَلآ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلآ وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah, sungguh di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Jika daging tersebut baik, baiklah seluruh tubuh. Jika rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah kalbu (jantung).” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Untuk yang kelima, wa lisanan zakira, yaitu lisan yang selalu berdzikir, ingat kepada Allah. Bagaiamana lisan kita selalu berdzikir, yaitu dengan cara selalu mengingat Allah, dengan cara yaitu dzikir secara lisan dan didalam hati. Kemudian yang Keenam, wa halalan tayiiba, yakni kita minta pada Allah agar diberi makanan yang halal dan baik. Punya uang banyak diberikan makanan, ternyata karena badan berpenyakit akhirnya tidak boleh makan makanan yang baru dibeli tersebut. Ini berarti halal tapi tidak baik, jadi yang enak itu adalah makan yang halal, bisa di makan dan tidak mempunyai penyakit apa-apa. Hal ini memang yang lebih baik, tetapi kalau kondisi usia yang lansia, mulai ada penyakit lebih baik menjaga makanan dari hal-hal yang tidak baik untuk tubuh. Yang ketujuh, wa taubatan nasuha, yaiut taubat yang sungguh-sungguh. yang disertai dengan permohonan ampun dan berniat tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Dalam akhir kajiannya, Ustadz Agus Arifin bahwa untuk kelanjutan kajian malam, yang belum selesai, insya akan diteruskan minggu depan. “Dengan adanya tujuh doa permohonan ini, semuanya harus introspeksi bahwa kita itu tidak lepas dari dosa, kita sebagai manusia biasa yang lemah. Allah kalau berkehendak mencabut nyawa kita hari ini, atau nanti malam, besok pagi, tanpa dengan rasa sakit pun, Allah akan mudah lakukan. Kalau Allah ingin mencabut kenikmatan yang diberikan, dengan mudah akan Allah lakukan. Jadi tidak ada sesuatu yang tidak mungkin yang akan diambil oleh Allah karena kita itu sudah dibeli oleh Allah baik harta dan jiwa hartanya balasannya adalah syurga. Jadi barang yang sudah dibeli, kapanpun yang mempunyai dapat mengambilnya sewaktu-waktu karena kita adalah milik Allah. Sesungguh kami ini milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali,” tutup Ustadz Agus Arifin.

Kontributor : Muslim

Islamnya Alam Semesta

Islamnya Alam Semesta

 

Penulis : Arief Widodo

 

pdpm.org- Renungkanlah firman Allah swt QS Ali Imran 83:

افغير دين الله يبغون وله اسلم من في السموات والارض طوعا وكرها واليه يرجعون.

Maka mengapa mereka mencari yang selain agama Allah, padahal apa yang ada di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya. Baik dengan sukarela maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan.

Bumi langit bulan bintang tumbuhan hewan semua tunduk kepada Allah swt. Islamnya alam semesta menjadi ayat ayat atau bukti kekuasaan Allah swt, yang hendaknyalah membuat kita semakin merasa malu bahwa kita masih banyak berlaku durhaka, melanggar perintah Allah, sholat kita abaikan, janji masih sering kita langgar, masih saja kita berbuat dholim dan melukai hati terhadap sesama. Padalah Allah swt telah tunjukkan tanda kekuasaan Nya pada diri kita, Subhaanallah.

Kita haruslah sadar bahwa Allah swt kuasa untuk mencipta, mengatur, dan memelihara alam semesta, sedangkan alam bersujud, bertasbih, bertahmid kepada Allah swt. Mari kita renungkan firman Allah swt QS Fushilat ayat 53:

سنريهم ايتنافي الافاق وفي انفسهم حتي يتبين لهم انه الحق اولم يكف بربك انه علي كل شي ء شهيد.

Akan kami tampakkan pada mereka ayat ayat kami dalam setiap ufuq dan bahkan pada diri mereka sendiri sehingga jelas bagi mereka bahwasannya Al Qur’an ini benar, tidakkah cukup bahwa Tuhanmu maha menyaksikan terhadap segala sesuatu.

Manusia menjadi partner alam ini untuk mengabdi kepada Allah swt. Ayat Allah swt ada di sekitar kita atau bahkan pada diri kita sendiri sebagai ibroh pelajaran berdzikir bertafakkur, tumbuh iman dan memperbanyak istighfar kepada Allah swt.

Firman Allah swt QS Ali Imran 190-191:

إ ن في خلق السموا ت والارض واختلا ف الليل والنهار لايات لاولي الا لباب .الذين يذكرون الله قيا ما و قعودا و علي
جنو بهم ويتفكرون في خلق السموات والاوض.ربنا ما خلقت هذا با طلا سبحا نك فقنا عذا ب النار.

Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya siang dan malam adalah tanda tanda kekuasaan Allah bagi orang yang berakal dan hati yang jernih. Yaitu orang orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring sembari bertfakkur tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata Ya Tuhan kami, tidaklah kau ciptakan ini sia sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah diri kami dari adzab neraka.

Jepara, 4 Nopember 2020 M, 19 Rabiul awal 1442 H.

Tepung Mocaf Geliatkan Karya Cipta Unggulan Majelis Ekonomi Aisyiyah Jepara

Tepung Mocaf Geliatkan Karya Cipta Unggulan Majelis Ekonomi Aisyiyah Jepara

pdpmjepara.org- Majelis Ekonomi Pimpinan Daerah Aisyiyah Jepara yang di kenal dengan sebutan MEKDA Jepara, mempunyai produk unggulan yaitu berupa tepung mokaf.

Tepung mocaf merupakan tepung berbahan baku singkong atau ubi kayu yang dimodifikasi dengan teknik fermentasi menggunakan mikrobia. Tepung mocaf memiliki karakteristik yang cukup baik untuk mengurangi mengkonsumsi gandum.

Adalah sosok seorang ibu Aisyiyah bernama Marfuatin beralamatkan di desa Cepogo RT 3 RW 12 Kecamatan Kembang Kab Jepara. Berawal dari pertama kalinya beliau mengenal mocaf dari suatu pelatihan yang diikutinya pada tahun 2013.

Berbekal mengikuti pelatihan di Gunung Kidul Yogyakarta, fasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jepara yang kala itu menginduk pada Kelompok Tani Srikandi desa Cepogo, pada akhirnya memproduksi sendiri, karena antusias dari anggota kelompok tani semakin menurun lantaran berbagai kondisi yang dihadapi.

Tidak kenal lelah untuk terus mensosialisasikan keunggulan tepung mocaf, dengan berharap tepung tersebut dapat dikenal masyarakat sekitarJepara dengan segala keunggulan dan manfaat yang akan didapatkan apabila mengkonsumsi tepung mocaf dijadikan beraneka tajam makanan.

Sekarang setelah bergabung dalam kegiatan aisyiyah, tepung mocaf menjadi lebih dikenal, berkat kegigihannya, memproduksi dan berusaha memasarkan bahkan sampai luar daerah yaitu Bogor dan Depok.

Di tingkat Jawa Tengah permintaan datang dari PDA ( pimpinan daerah Aisyiyah) Rembang dan Pekalongan , namun kendala pengiriman berat di ongkos kirim, saat ini masih mencari solusi, langkah apa yang harus diambil, agar membeli antar warga Aisyiyah tetap berjalan lancar .

Kontributor: Deny Ana I’tikafia