Rintihan Hati Seorang Ibu

Rintihan Hati Seorang Ibu

Pdpmjepara.org -Terik matahari semakin tinggi,badan sudah mulai lesu,terbesit suara hati dan terdengar kumandang adzan dhuhur tiba.

Ambilah air wudlu seorang ibu rumah tangga ini sukarti namanya.Dengan tertatih- tatih bukan karena sakit badannya tetapi sakit ketika merasakan keadaan nyata pada keluarganya yang selama ini telah merawat,membesarkan serta menghibur salah satu putra hidupnya yang ketika dua adiknya sudah kembali ke hadapan sang Kholiq sebelumnya.

Kini sudah besar dan remaja, usianya sudah 23 tahun.Tetapi Arif nama panggilan putranya yang sangat dibanggakan kini tidak bisa beraktifitas seperti anak remaja pada umumnya.Karena sejak usia dua tahun,badanya panas tinggi dan sudah di usahakan berobat ke ahli medis yang pada saat itu diberikan suntikan penurun panas cerita sukarti.

Tidak tahu kenapa setelah beberapa bulan tidak kunjung sembuh sakit panasnya justru malah menjadikan keadaan kedua kaki dan tangan kirinya mulai tidak bisa digerakkan bahkan semakain lama semakin mengecil dan tidak ada perkembangan .

Mukanjid sapaan bapak yang setiap harinya kuli di sawah bekerja mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan sehari- harinya. “Tidak bisa bekerja jauh dari rumah karena harus menggendong setiap hari ketika mandi,dipagi dan sore hari. Memapah Arif ketika buang air besar dan harus dibersihkan.karena ibu sudah tidak mampu lagi untuk angkat dan gendong sendiri tanpa bantuan sang ayah” tuturnya”.

Kini sukarti pasrah hanya kepada Allah saat dimana ketika keluarganya masih diberikan kekuatan iman,ikhsan dan baru tiga bulan bisa bernaung dibawah atap yang rapat dan tidak bocor,dan dinding rumah yang kian kokoh karena mendapat bantuan dari BSPS(Bantuan Stimulan Perumahan swadaya).

Air mata terkadang menetes tanpa sebab karena sudah capek merasakan betapa sakitnya kehidupan ini ketika diberikn rizki anak dalam kondisi yang tidak sama seperti keluarga dan tetangganya sekitar.

Dengan tekad gigih dan semangat sebelum mempunyai rumah sendiri,bertiga harus hidup di tanah pekarangan tetangga yang akhirnya bisa terbayarkan Rp.5.000.000 pada saat 20 tahun yang lalu.

Aktifitas sehari-hari sukarti mendampingi sang buah hatinya tanpa ada keluarga yang sudi membantunya.selain memasak untuk Arif dan keluarga, cuci baju ke sungai yang tidak jauh dari rumah selalu dia lakukan.Ambil kayu bakar untuk masak air dikala musim dingin.Tidak hanya itu saja sukarti masih menyempatkan waktunya untuk mengurus dua kambing etawa.Kelak kalau kebutuhan mendadak bisa dijual dan uangnya dipergunakan untuk beli kebutuhan rumah tangga.

Arif yang setiap saat main dan gerak dengan memutar,bergulingan saat rebahan kadang masih di berikan snackk kesukaannya (jajan ciki)
ditempat main dilapisi tikar anti air sekaligus tempat tidurnya.Keadaanya sangat bersih meskipun di satu tempat,karena sangat dikhawatirkan kesehatan dan kebersihannya oleh sukarti.

Pengap terasa sesak nafas ini ketika melihat kondisi saat ini,ternyata Allah tidak tidur,Dia memperlihatkan kekuasaanNya,begitu besar
Engkau beri kekuatan hati seorang ibu untuk selalu tulus dan menerima kenyataan selama ini.
selamat bejuang bu Sukarti,rawat buah hati dengan senyum niscaya akan menjadi amal yang luar biasa.

kisah nyata – ide cerita- Kusnitah – kontributor jurnalis Muhammadiyah Jepara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *